GARUT– Penyanyi muda berbakat asal Bayongbong, Kabupaten Garut, Egi Tsaabit, siap menandai langkah perdananya di industri musik tanah air dengan merilis singel berjudul “Sampai Ku Tenang”. Lagu ciptaan Anasta Elnata ini dijadwalkan rilis pada Sabtu, 8 November 2025 pukul 20.00 WIB melalui kanal YouTube resmi, dan akan dibarengi dengan acara launching di Sabar Community.
Karya ini bukan sekadar debut musikal, melainkan juga potret perjalanan hidup dan refleksi emosional yang mendalam. “Sampai Ku Tenang” mengisahkan pergulatan batin seorang mantan pecandu alkohol dan narkoba yang berjuang melepaskan diri dari masa kelamnya. Terinspirasi dari kisah nyata, lagu ini menghadirkan nuansa penyesalan, kecemasan, dan tekad kuat untuk berubah demi masa depan yang lebih baik.

Dalam lagu tersebut, diceritakan bagaimana sang tokoh mengalami titik balik setelah menikah dan mengetahui bahwa istrinya tengah mengandung anak pertama. Rasa takut akan dampak masa lalunya terhadap sang anak menjadi pemicu perubahan besar dalam hidupnya.
“Lirik yang dibuat Mas Anas terasa sangat tepat, seperti menggambarkan perjalanan hidup saya sendiri,” ujar sosok yang kisah hidupnya menjadi inspirasi lagu tersebut dengan penuh haru.
Menurut Anasta Elnata, lagu ini diciptakan untuk menyampaikan pesan universal bahwa setiap manusia memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki diri, tanpa memandang seberapa kelam masa lalunya.
“Sampai Ku Tenang adalah refleksi tentang harapan dan kekuatan untuk bangkit. Kami ingin pendengar merasakan bahwa ketenangan sejati bisa ditemukan ketika seseorang berani menghadapi dan berdamai dengan masa lalunya,” ungkap Anasta Elnata.
Peluncuran lagu ini menjadi momentum penting bagi Egi Tsaabit untuk menapaki kariernya di dunia musik secara profesional. Dengan karakter vokal yang lembut namun penuh emosi, Egi berharap lagu perdananya ini bisa menyentuh hati pendengar dan memberikan inspirasi untuk terus berjuang menjadi pribadi yang lebih baik.
Rilis resminya akan berlangsung Sabtu malam pukul 20.00 WIB di kanal YouTube Egi Tsaabit, sekaligus acara peluncuran di Sabar Community sebagai bentuk apresiasi terhadap para pendukung karya perdananya.

















