Puncak Libur Nataru 2026 Lembang, Polisi Prediksi Kepadatan Kembali Terjadi 30 Desember

LEMBANG – Kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu jalur atau one way di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang meningkat signifikan.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (27/12/2025), arus kendaraan mulai memadati kawasan Lembang sejak pagi hari. Kepadatan terpantau di sejumlah titik, salah satunya di Simpang Beatrix Lembang.

Bacaan Lainnya

Beragam jenis kendaraan terlihat memasuki kawasan wisata tersebut, mulai dari bus pariwisata, mobil pribadi, hingga sepeda motor. Arus kendaraan mulai meningkat sejak pukul 09.00 WIB.

Mayoritas kendaraan yang menuju Lembang berasal dari sejumlah akses utama, seperti Jalan Raya Setiabudi, Jalan Kolonel Masturi, serta jalur alternatif dari arah Subang.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Cimahi, AKP Yudha Satyo Rahardjo, mengatakan terjadi lonjakan volume kendaraan yang cukup tinggi dibandingkan hari normal.

“Untuk situasi arus lalu lintas terjadi peningkatan sekitar 60 persen dari hari biasa. Kendaraan didominasi wisatawan dari luar daerah, seperti Jakarta, Jawa Tengah, Solo, dan Yogyakarta,” ujar Yudha saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, antrean kendaraan di Simpang Beatrix mengular cukup panjang. Dari arah Bandung, ekor kemacetan terpantau mulai dari kawasan RSUD Lembang.

Sementara itu, dari arah sebaliknya, kepadatan kendaraan terjadi sejak Pasar Panorama Lembang hingga mendekati persimpangan utama.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak kepolisian bersama instansi terkait melakukan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas. Salah satunya dengan menerapkan sistem buka-tutup akses menuju destinasi wisata yang dinilai telah melebihi kapasitas.

Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa one way juga diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Untuk rekayasa arus lalu lintas, kami sudah melaksanakan one way kurang lebih 13 kali. Rinciannya, enam kali dari arah utara ke selatan atau dari Jalan Raya Tangkuban Parahu menuju Kota Bandung, dan tujuh kali dari arah sebaliknya,” jelas Yudha.

Ia memprediksi puncak arus kendaraan pada libur Natal dan Tahun Baru akan terjadi pada hari ini. Namun demikian, potensi lonjakan lalu lintas diperkirakan kembali terjadi menjelang malam pergantian tahun.

“Puncaknya diprediksi hari ini, tetapi akan ada puncak kedua pada 30 Desember 2025,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat, volume kendaraan di kawasan wisata Lembang menunjukkan tren peningkatan sejak tiga hari terakhir, yakni Rabu hingga Jumat, 24–26 Desember 2025.

Kepala Dishub Bandung Barat, Mochamad Ridwan Evi, menyebut lonjakan pertama terjadi pada Rabu (24/12/2025) dengan total 44.096 kendaraan melintas di jalur utama Bandung–Lembang. Angka tersebut kembali meningkat pada Kamis (25/12/2025) dengan 45.094 kendaraan dua arah.

“Tren peningkatan kembali signifikan pada Jumat (26/12/2025), dengan total 82.346 kendaraan melintas. Rinciannya, 47.979 kendaraan dari arah selatan ke utara dan 34.367 kendaraan dari arah utara ke selatan. Untuk hari ini masih dalam proses rekapitulasi,” pungkasnya. (*)

Pos terkait