Hujan Lebat Picu Longsor dan Pergeseran Tanah di Berbagai Wilayah Sukabumi

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sejumlah kejadian bencana akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada periode 2 hingga 3 Januari 2026. Laporan tersebut disampaikan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (3/1/2026) malam.

Dalam laporan harian yang dirilis pukul 19.00 WIB, BPBD mencatat sedikitnya lima kejadian bencana yang tersebar di beberapa kecamatan. Kejadian tersebut meliputi cuaca ekstrem, tanah longsor, hingga pergeseran tanah yang dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi.

Bacaan Lainnya

Di Kecamatan Parungkuda, hujan lebat menyebabkan satu unit rumah warga di Kampung Cipanggulaan mengalami kerusakan pada bagian dinding dapur. Sementara itu, di Kecamatan Gunungguruh, longsoran tanah menimpa satu rumah warga dan mengancam bangunan lain akibat runtuhnya tembok penahan tanah.

Dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Waluran. Pergeseran tanah susulan mengancam 18 rumah warga dan memaksa 23 kepala keluarga atau sekitar 70 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Meski demikian, BPBD memastikan seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Selain permukiman, bencana juga berdampak pada sektor pendidikan. Di Kecamatan Cireunghas, satu ruang kelas SDN Karikil dilaporkan ambruk. Beberapa ruang kelas lainnya juga berada dalam kondisi rawan akibat bangunan yang sudah lapuk serta hujan berkepanjangan.

BPBD Kabupaten Sukabumi menyatakan terus melakukan pemantauan kondisi wilayah melalui berbagai sistem, mulai dari aplikasi kebencanaan, grup koordinasi tingkat kecamatan, hingga informasi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan.

BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah, untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan jika terjadi tanda-tanda bencana.

Pos terkait