Tahun 2025, Pemkab Bandung Barat Klaim Perbaiki 98 Ruang Kelas

KAB. BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengklaim telah menuntaskan perbaikan puluhan ruang kelas sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri sepanjang tahun 2025. Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih banyak sekolah yang membutuhkan penanganan lanjutan akibat kondisi bangunan yang rusak.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyebutkan, selama 2025 Pemkab Bandung Barat telah memperbaiki 82 ruang kelas SD dan 16 ruang kelas SMP negeri yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Bacaan Lainnya

“Saya meninjau langsung sekolah yang sudah diperbaiki pada tahun 2025. Total 82 ruang kelas SD dan 16 ruang kelas SMP negeri,” kata Jeje saat meninjau hasil perbaikan di SMPN 1 Cisarua, Selasa (13/1/2026).

Selain rehabilitasi ruang kelas, pemerintah daerah juga melakukan peningkatan sarana pendukung pendidikan, seperti pengadaan mebeler, perbaikan toilet, ruang UKS, serta pembangunan ruang kelas baru di beberapa sekolah, di antaranya SMPN 2 Parongpong.

Namun, Jeje menegaskan bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan infrastruktur pendidikan di Bandung Barat. Menurutnya, masih banyak sekolah dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat yang belum tersentuh perbaikan.

“Tentunya masih banyak lagi sekolah yang masih perlu perbaikan. Insyaallah pada 2026 akan dilanjutkan perbaikan ruang kelas di Bandung Barat,” ujarnya.

Ia menyebut, penyediaan ruang belajar yang layak menjadi faktor penting dalam menunjang kenyamanan dan efektivitas kegiatan belajar mengajar.

“Ini komitmen pemerintah untuk memberikan kenyamanan bagi siswa dan menyediakan ruang kelas yang layak agar kegiatan belajar mengajar berjalan optimal,” kata Jeje.

Pada 2026, sektor pendidikan kembali menjadi salah satu prioritas kebijakan Pemkab Bandung Barat. Pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp25 miliar yang difokuskan pada perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya ruang kelas.

“Selain infrastruktur, pendidikan masih menjadi prioritas. Berdasarkan data, masih banyak sekolah yang memerlukan perbaikan ruang kelas,” ungkapnya.

Meski anggaran telah disiapkan, jumlah ruang kelas yang akan diperbaiki pada 2026 masih dalam tahap penghitungan dan penyesuaian dengan kondisi geografis serta tingkat kerusakan bangunan.

“Alokasi anggarannya Rp25 miliar, tapi jumlah ruang kelasnya masih kami hitung. Jarak sekolah juga cukup mempengaruhi,” jelas Jeje.

Jeje menambahkan, pada 2025 pemerintah memprioritaskan perbaikan ruang kelas dengan kategori rusak berat, sementara bangunan dengan kerusakan sedang dan ringan akan ditangani secara bertahap pada tahun berikutnya.

“Kerusakan itu ada yang rusak berat, sedang, dan ringan. Tahun kemarin yang diperbaiki rata-rata memang rusak berat,” tandasnya. (*)

Pos terkait