Kesaksian Korban Longsor Pasirlangu: Ahmad Ule Selamatkan Istri Hamil dan Anak Saat Tanah Menutup Rumah

KAB. BANDUNG BARAT – Ahmad Ule (38) hanya bisa menatap kosong hamparan tanah longsor di sepanjang kaki Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Di titik ia berdiri, dulunya terdapat rumah sederhana yang kini telah tertimbun longsor, menyisakan puing atap dan perabot rumah tangga yang hancur.

Peristiwa longsor Pasirlangu itu terjadi dini hari, Sabtu (24/1/2026), sekitar pukul 02.00 WIB, saat sebagian besar warga masih tertidur lelap.

Bacaan Lainnya

“Kejadiannya tadi malam sekitar jam 2.00 WIB. Waktu warga masih pada tidur. Saya terbangun karena ada teriakan warga minta tolong,” kata Ule saat ditemui di lokasi.

Saat kejadian, Ule tengah tertidur bersama istri yang sedang hamil dan anaknya. Sejak Jumat (23/1/2026) siang, hujan deras dan angin kencang terus mengguyur wilayah tersebut. Di tengah hujan, suara gemuruh dari arah bukit mulai terdengar.

“Sebelum kejadian ada suara gemuruh dari atas (bukit Gunung Burangrang). Saya tadinya mau keluar rumah niatnya pengin nolongin yang teriak-teriak,” ujarnya.

Namun niat tersebut seketika sirna saat ia membuka pintu rumah.

“Di depan rumah tanah sudah setinggi dada saya. Yang tadinya mau nolong, akhirnya saya pilih selamatkan istri sama anak,” tutur Ule.

Ule langsung memboyong keluarganya menyelamatkan diri ke lokasi pengungsian sementara. Bersama korban lainnya, mereka kini ditampung di aula Kantor Desa Pasirlangu.

“Alhamdulillah sempat menyelamatkan. Tapi barang-barang mah enggak ada yang selamat. Rumah tertimbun, barang-barang juga hancur, baju juga enggak sempat dibawa,” ucapnya lirih.

Wajah Ule tampak cemas, tatapannya kosong. Ia mengaku belum mengetahui nasib 13 rumah tetangganya di Kampung Pasirkuda, yang berada tepat di jalur longsor.

Pantauan di lokasi menunjukkan permukiman dan perkebunan warga di Kampung Pasirkuda telah rata dengan tanah. Hamparan material longsor berwarna cokelat membentang luas di kaki Gunung Burangrang, menyisakan kehancuran dan duka mendalam bagi warga.

“Enggak tahu nasib yang lain. Saya belum bisa cerita lebih jauh. Maaf ya,” tandas Ule.

Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pendataan korban dan dampak kerusakan akibat bencana longsor di Cisarua Bandung Barat tersebut.(cie)

Pos terkait