KAB. BANDUNG BARAT – Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari ketiga pada Senin (26/1/2026). Operasi SAR dilakukan secara masif dengan melibatkan lebih dari 2.000 personel gabungan demi menemukan seluruh korban yang masih tertimbun material longsor.
Fokus pencarian dibagi ke dalam dua sektor utama, yakni sektor A di wilayah timur dan sektor B di wilayah barat Desa Pasirlangu. Kedua sektor tersebut diduga kuat menjadi lokasi tertimbunnya para korban yang hingga kini belum ditemukan.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S, mengatakan pencarian hari ketiga dimaksimalkan dengan dukungan alat berat.
“Pencarian difokuskan di dua sektor utama. Kami menyiagakan sembilan unit ekskavator untuk mempercepat proses evakuasi,” ujar Yudhi di lokasi kejadian.
Menurutnya, berbagai metode pencarian diterapkan, mulai dari penyisiran manual oleh petugas, penggunaan pompa air (alkon), hingga pengerahan alat berat untuk membuka timbunan longsor.
Jumlah personel yang diterjunkan pada hari ketiga mencapai 2.129 orang, meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Personel tersebut berasal dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian PUPR, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta relawan dan komunitas SAR.
“Kami juga mendapat tambahan personel dari Kantor SAR Semarang, Yogyakarta, dan Cilacap, serta potensi SAR dan relawan dari berbagai organisasi,” jelas Yudhi.
Hingga Minggu (25/1/2026), tim SAR telah mengevakuasi 25 kantong jenazah. Namun, sekitar 80 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dalam proses pencarian.
Seluruh jenazah yang ditemukan langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi sebelum diumumkan secara resmi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kami berharap kondisi cuaca hari ini mendukung. Faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap keselamatan personel dan efektivitas pencarian,” tambah Yudhi.
Dari total 25 jenazah yang berhasil dievakuasi, sebanyak 17 jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan alat berat terus disiagakan guna mempercepat proses pencarian korban.
“Tiga ekskavator kecil disiapkan dari BPBD Provinsi, Bina Marga Provinsi, dan BBWS. Jika masih dibutuhkan, akan ditambah sesuai rekomendasi Basarnas,” kata Herman.
Ia menegaskan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar penanganan bencana dan pencarian korban dapat berjalan lebih efektif dan optimal.
“Kami baru saja melakukan sinkronisasi antara BNPB, pemerintah provinsi, dan kabupaten agar manajemen penanganan bencana berjalan maksimal di semua sektor,” pungkasnya. (*)

















