BANDUNG — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus menghadapi fase krusial putaran kedua Super League 2025/26 dan AFC Champions League Two 2025/26, PERSIB Bandung menggelar doa bersama di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (3/2/2026).
Kegiatan bertema “Menuju Ramadan, Menuju Puncak, Menuntaskan Juara” ini diikuti seluruh elemen klub, mulai dari skuad Pangeran Biru, manajemen, perwakilan Bobotoh, jajaran pemerintahan, mitra klub, hingga anak-anak yatim piatu. Doa dan siraman rohani dipimpin oleh Ust. Hilman, berlangsung khidmat sebagai penguatan spiritual dalam perjalanan kompetisi yang masih panjang.
Komisaris sekaligus Manajer PERSIB, Umuh Muchtar, menegaskan bahwa penguatan mental dan spiritual menjadi fondasi penting dalam menjaga konsistensi tim. Ia berharap keberkahan Ramadan mampu menjadi energi tambahan bagi PERSIB untuk menuntaskan target juara musim ini.
“Kami memohon rida Allah SWT agar langkah PERSIB di sisa musim ini dilancarkan. Mohon doa dari semuanya, semoga PERSIB bisa kembali menjadi juara,” ujar Umuh.
Dukungan juga disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang turut hadir dalam acara tersebut bersama Komisaris PT PERSIB Bandung Bermartabat, Kuswara S. Taryono. Menurutnya, doa bersama menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga nilai kebersamaan dan karakter.
“Sepak bola mengajarkan banyak hal. Kebersamaan adalah nilai yang kita rajut melalui doa bersama ini, agar PERSIB diberi kesehatan, kekompakan, dan hasil terbaik, bukan hanya di papan klasemen, tetapi juga dalam sikap dan karakter,” kata Erwan.
Sebagai bagian dari kepedulian sosial, PERSIB menyalurkan donasi kepada Panti Asuhan Muhammadiyah. Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Umuh Muchtar didampingi salah satu pemain PERSIB, sebagai simbol komitmen klub untuk terus hadir dan berbagi manfaat bagi masyarakat.
Melalui doa bersama ini, PERSIB Bandung menegaskan kesiapan menyongsong Ramadan dan babak penentuan musim kompetisi dengan semangat kebersamaan, kerendahan hati, serta keyakinan.
Dengan doa, kerja keras, dan dukungan semua pihak, PERSIB melangkah maju bukan hanya demi prestasi, tetapi juga menjaga nilai-nilai yang menjadi kebanggaan Jawa Barat.***














