TASIKMALAYA – Kawasan objek wisata Citiis, Gunung Galunggung, menjadi saksi bisu aksi nyata ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Priangan Timur (SEMARAK Priatim). Mereka menggelar Jambore Penanaman Pohon sebagai respons atas darurat alih fungsi lahan dan kerusakan ekologis akibat tambang Galian C di Kabupaten Tasikmalaya.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, hadir langsung memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menyelamatkan masa depan lingkungan Tasikmalaya.
BACA JUGA : Aksi Nasional 112: Ribuan Guru Madrasah Swasta Hari Ini Geruduk DPR RI, Tuntut Status PPPK dan Inpres
Alih fungsi lahan dan banyaknya lahan kritis bekas tambang Galian C di Kecamatan Padakembang telah lama menjadi keresahan masyarakat. Asep Sopari menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa menjadi angin segar bagi upaya pemulihan alam.
”Langkah ini adalah respons konkret terhadap kondisi objektif di Kabupaten Tasikmalaya. Alih fungsi lahan dan bekas tambang masih menjadi persoalan serius. Kami bersama mahasiswa berkomitmen melakukan reboisasi alam melalui program Tasik Hejo,” ujar Asep di lokasi kegiatan, (10/2/2026).
Menariknya, Asep tidak hanya melihat penanaman pohon dari sisi lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi global. Kawasan Galunggung yang hijau diproyeksikan menjadi “tambang” oksigen yang bernilai tinggi.
”Galunggung sudah menghasilkan ribuan oksigen. Ke depan, ini bisa menjadi nilai ekonomi melalui skema kredit karbon. Daerah yang mampu menjaga sumber oksigen akan dihargai oleh dunia,” tegasnya.
Filosofi Menanam: Bukan Sekadar Seremoni
Wabup berpesan agar para aktivis lingkungan tidak hanya berhenti di tahap penanaman. Ia menitipkan keberlanjutan perawatan pohon agar memberikan manfaat jangka panjang.
Pilihan Pohon: Fokus pada jenis pohon berakar kuat seperti Picung, Mahoni, dan Kawung.
Fungsi Ekologis: Pohon Kawung (Aren) dilarang ditebang karena perannya yang krusial dalam menyimpan air dan menahan tanah dari bencana longsor.
Perawatan: Pohon harus dipupuk dan dijaga dari gulma layaknya merawat kehidupan manusia.
Di akhir acara, Asep Sopari mengajak agar kesadaran mencintai lingkungan ini menular ke level pendidikan yang lebih rendah, mulai dari SD hingga SMA. Kolaborasi lintas elemen masyarakat menjadi kunci agar Kabupaten Tasikmalaya tetap lestari dan bermartabat.
”Terima kasih rekan-rekan mahasiswa. Mari kita jaga hutan, rawat alam, untuk masa depan bangsa,” pungkasnya. (Rizky Zaenal Mutaqin)
The post Pulihkan Bekas Galian C, Mahasiswa Gelar Jambore Tanam Pohon di Galunggung: Wabup Asep Sopari Singgung Kredit Karbon first appeared on Tasikmalaya Ku.









