
SUKABUMI – Derasnya arus Sungai Leuwi Dingding di Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, menjadi tantangan harian bagi warga. Tanpa jembatan permanen, sungai tersebut menjadi jalur berisiko yang harus dilalui anak-anak sekolah, guru, hingga ibu rumah tangga untuk menjalankan aktivitas, Kamis (12/2/2026).
Di tengah keterbatasan itu, seorang warga bernama Agus atau yang akrab disapa Pak Agus, secara sukarela membantu masyarakat menyeberangi sungai menggunakan perahu karet miliknya. Setiap pagi, ia bersiaga di tepian sungai demi memastikan para pelajar tetap bisa berangkat ke sekolah.
“Dibatalkeun. Abdi nyandak murangkalih SMP, da taya diaksés,” ujar Pak Agus.
Baca Juga: KPK Serahkan Aset Negara ke Pemkab Sukabumi, Nilai Hibah Capai Rp780 Juta

Ia mengaku kerap meninggalkan pekerjaannya mengangkut hasil pertanian demi membantu anak-anak sekolah yang tidak memiliki akses lain untuk menyeberang.
Ketiadaan jembatan membuat warga tidak memiliki pilihan selain menggunakan perahu sederhana untuk melintasi arus sungai yang sewaktu-waktu dapat membahayakan. Tidak sedikit anak-anak yang merasa takut saat berada di tengah sungai.
“Kadang-kadang aya nu ceurik. Abdi bingung oge ningalina,” ungkapnya.
Baca Juga: Segar dan Unik, Es Kopi Susu Gula Aren ala Sukabumi dengan Sentuhan Sea Salt
Pak Agus juga menceritakan pengalaman ketika seorang ibu nekat menyeberang untuk menjenguk anaknya yang sakit. Dalam kondisi panik dan menangis, ibu tersebut akhirnya berhasil diseberangkan dengan selamat.
Tak hanya pelajar, guru PAUD pun harus menyeberangi Sungai Leuwi Dingding agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Kondisi ini membuat aktivitas pendidikan dan perekonomian warga berlangsung dalam situasi penuh risiko.
“Abdi siap tempur demi masyarakat sadayana,” tegas Pak Agus.
Baca Juga: PERSIB Tumbang 0-3 dari Ratchaburi FC pada Leg Pertama 16 Besar ACL Two
Warga berharap pemerintah daerah segera membangun jembatan permanen sebagai akses vital penghubung antarwilayah.
“Anu penting abdi nyuhunkeun ka pamarentah, muga jambatan énggal-énggal,” harapnya.
Selama jembatan belum terbangun, keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah, masih terus dipertaruhkan setiap hari saat menyeberangi sungai.
The post Kisah Pak Agus di Jampangtengah Sukabumi: Bantu Anak Sekolah Menyeberang Sungai Deras Tiap Hari first appeared on Sukabumi Ku.















