Api Melalap Kios Sandal di Bandung Barat, Pemilik Rugi hingga Rp1 Miliar

KAB. BANDUNG BARAT – Suasana pagi di Kampung Sarapan, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, mendadak berubah mencekam. Sebuah kios sandal milik warga setempat hangus dilalap api pada Senin (19/1/2026), mengakibatkan ratusan produk alas kaki yang siap dipasarkan musnah terbakar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, saat aktivitas warga mulai ramai. Kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung dari atap bangunan kios, disusul kobaran api yang dengan cepat membesar dan melahap isi bangunan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat, Siti Aminah Anshoriah, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas di sekitar lokasi.

“Warga melihat asap tebal keluar dari atap bangunan kios sandal. Api kemudian cepat membesar,” ujar Siti Aminah saat dikonfirmasi.

Melihat api kian membesar, warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena material bangunan dan isi kios mudah terbakar. Warga kemudian segera melaporkan kejadian itu ke petugas pemadam kebakaran.

Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 06.00 WIB. Satu unit mobil pemadam dari Sektor Cililin langsung diterjunkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 06.20 WIB. Setelah melakukan asesmen situasi, petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 06.30 WIB.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api sempat menguasai lantai dua bangunan kios. Petugas memprioritaskan pemadaman di titik api utama agar kobaran tidak merembet ke bangunan lain yang berada di kawasan padat permukiman.

Setelah berjibaku selama sekitar satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 08.00 WIB.

“Luas area yang terbakar sekitar 378 meter persegi dari total luas bangunan 756 meter persegi. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” jelas Siti Aminah.

Kios sandal tersebut diketahui milik M. Dahlan dan dihuni oleh empat orang. Saat kebakaran terjadi, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Meski demikian, kerugian materi yang dialami pemilik kios cukup besar. Dinas Pemadam Kebakaran KBB memperkirakan nilai kerugian mencapai sekitar Rp1 miliar, sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan bernilai Rp500 juta.

Dalam proses pemadaman, petugas Damkar KBB dibantu oleh tiga unit mobil pemadam dari Mako Ngamprah serta satu unit pemadam dari Kabupaten Bandung Pos TKI. Warga sekitar juga turut membantu dengan mengamankan lokasi dan membuka akses bagi kendaraan pemadam.

“Petugas langsung menyerang titik api utama di lantai dua, sehingga kebakaran bisa dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain,” pungkasnya. (*)

Pos terkait