Arus Lalu Lintas Kota Bandung Jelang Nataru 2026 Meningkat, Lebih dari 522 Ribu Kendaraan 

Kota Bandung
KEPADATAN kendaraan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (31/12/2025). Menurut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mencatat pergerakan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data sementara, total kendaraan yang masuk ke Kota Bandung mencapai 522.106 unit, sementara kendaraan yang keluar tercatat sebanyak 452.347 unit. Foto: Chi/jabarku.id

BANDUNG — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mencatat pergerakan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data sementara yang dihimpun, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Bandung mencapai 522.106 unit, sementara kendaraan yang keluar tercatat sebanyak 452.347 unit.

Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi menyampaikan bahwa lonjakan volume kendaraan tersebut didominasi oleh kendaraan pribadi, terutama dari wilayah Jabodetabek dan kota-kota penyangga di Jawa Barat. Peningkatan arus lalu lintas mulai terasa sejak H-3 Natal dan mencapai puncaknya pada periode libur bersama hingga menjelang pergantian tahun.

“Terjadi peningkatan arus kendaraan yang cukup tinggi selama periode Nataru. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas wisata dan kunjungan masyarakat ke Kota Bandung,” ujarnya.

Dishub mencatat, kepadatan lalu lintas paling signifikan terjadi di sejumlah akses masuk utama Kota Bandung, seperti gerbang tol Pasteur, Buah Batu, Kopo, serta jalur arteri menuju kawasan wisata favorit. Selain itu, ruas jalan di pusat kota dan kawasan destinasi wisata juga mengalami kepadatan pada jam-jam tertentu.

Kota Bandung
KEPADATAN kendaraan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (31/12/2025). Menurut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mencatat pergerakan lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data sementara, total kendaraan yang masuk ke Kota Bandung mencapai 522.106 unit, sementara kendaraan yang keluar tercatat sebanyak 452.347 unit. Foto: Chi/jabarku.id

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub Kota Bandung bersama kepolisian dan instansi terkait menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, di antaranya pengaturan arus kendaraan, penempatan petugas di titik rawan macet, serta optimalisasi sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi.

Dishub juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar mengatur waktu perjalanan, memanfaatkan aplikasi navigasi untuk memantau kondisi lalu lintas, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.

Hingga akhir masa libur Nataru, Dishub Kota Bandung terus melakukan pemantauan dan evaluasi arus lalu lintas guna memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan terkendali. (*)

Pos terkait