Bencana Banjir di Simpenan Sukabumi, Puluhan Rumah Terancam

SUKABUMI – Banjir menerjang dua desa di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada dini hari Senin (15/12/2025). Satu rumah dilaporkan hanyut dan puluhan rumah lainnya terancam akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya.

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian dan Pengelolaan Bencana (P2BK) Kecamatan Simpenan, kejadian yang berawal sekitar pukul 03.00 WIB ini terjadi di Desa Cidadap dan Desa Cibuntu. Dampak terparah tercatat di Kampung Sawah Tengah, Desa Cidadap, di mana satu rumah milik warga hanyut dan menyebabkan satu keluarga dengan tiga jiwa kehilangan tempat tinggal.

Bacaan Lainnya

Data sementara menunjukkan setidaknya 78 rumah yang dihuni 187 Kepala Keluarga (KK) berada dalam status terancam. Sebanyak 10 KK beranggotakan 30 jiwa telah mengungsi ke rumah saudara, tetangga, atau ke gedung SDN Kawung Luwuk. Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan.

“Data terdampak merupakan data yang sebelumnya terdampak pada kejadian bencana bulan Desember 2024 & Bulan Maret 2025 dan terulang kembali,” tulis Dandi Sulaiman P2BK Simpenan dalam laporannya.

Penyebab utama banjir adalah hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung menerus sejak pukul 19.00 WIB hari sebelumnya. Selain mengakibatkan genangan, air juga telah mendekati permukiman warga dengan ketinggian sekitar satu meter di beberapa titik.

Di Desa Cibuntu, ancaman banjir diperparah oleh adanya penyumbatan di bagian jembatan Ruas Jalan Kabupaten Bagbagan-Warungkiara.

Tim gabungan yang terdiri dari Forkopincam Simpenan, P2BK, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat telah melakukan asesmen dan koordinasi di lokasi. Kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi antara lain tenda, generator set, bahan sandang pangan, obat-obatan, air mineral, matras, karpet, serta relokasi terpusat dan bronjong untuk penanggulangan.

P2BK Simpenan terus menghimbau warga agar tetap waspada karena saat ini telah memasuki musim penghujan yang rawan bencana. Upaya pendataan dan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah desa dan seluruh unsur terkait terus dilakukan untuk penanganan korban dan pencegahan dampak yang lebih luas.

Pos terkait