BANDUNG — PT Bio Farma (Persero) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menggelar vaksinasi dengue perdana di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Program ini menyasar 725 anak usia 9–13 tahun dari jenjang SD dan SMP sebagai kelompok rentan terhadap penyakit dengue.
Kegiatan tersebut merupakan inisiatif Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dan Puskesmas Tanjung Palas Utara, serta didukung Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines. Sejumlah pemangku kepentingan turut terlibat, termasuk Kementerian Kesehatan RI, IDAI, Komnas/Komda KIPI, dan Pemerintah Kabupaten Bulungan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Usman, mengatakan vaksinasi dengue menjadi bagian dari upaya komprehensif pengendalian dengue yang selama ini dilakukan, seperti penguatan surveilans, PSN 3M Plus, dan edukasi masyarakat.
“Vaksinasi kami dorong sebagai strategi pelengkap untuk melindungi kelompok rentan dan sejalan dengan target nasional nol kematian akibat dengue pada 2030,” ujarnya.
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperluas akses vaksin dengue melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai bagian dari penguatan ketahanan kesehatan nasional.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap dengan prosedur ketat, mulai dari skrining kesehatan, penyuntikan oleh tenaga kesehatan terlatih, hingga observasi pasca imunisasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. Imam Sujono, menyebut program ini sebagai langkah awal penting untuk melindungi anak usia sekolah, mengingat hampir 47 persen kasus dengue di Bulungan pada 2024 terjadi pada kelompok usia 6–14 tahun. (*)

















