BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Sejumlah Wilayah Jawa Barat Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

Prakiraan Cuaca
Kondisi longsor akibat hujan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Foto: Sukabumiku.id

BANDUNG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi wilayah Provinsi Jawa Barat, Senin (12/1/2026). Masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kota Bekasi, dan wilayah Bekasi, diminta meningkatkan kewaspadaan.

Dalam peringatan yang dirilis pada pukul 03.31 WIB, BMKG menyebutkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, mulai terjadi sekitar pukul 03.41 WIB.

Bacaan Lainnya

“Peringatan Dini Cuaca Wilayah Jawa Barat tanggal 12 Januari 2026 pukul 03.31 WIB berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi, antara lain Pelabuhanratu, Simpenan, Bantargadung, Cikidang, Lengkong, Jampang Tengah, Warung Kiara, Cikembar, Waluran, Jampang Kulon, Ciemas, Kalibunder, Surade, Cibitung, Ciracap, Pabuaran, Purabaya, Sagaranten, Tegal Buleud, hingga Cimanggu.

Selain itu, potensi cuaca ekstrem juga diprakirakan terjadi di Kabupaten Cirebon (Kapetakan, Suranenggala), Kabupaten Indramayu (Krangkeng, Karangampel, Juntinyuat, Sliyeg, Balongan, Indramayu), serta Kabupaten Karawang (Rengasdengklok, Kutawaluya, Batujaya, Tirtajaya, Pedes, Cibuaya, Pakisjaya, Telagasari, Rawamerta, Tempuran, dan Jayakerta).

BMKG juga menyebutkan bahwa potensi hujan lebat tersebut dapat meluas ke wilayah lain, di antaranya Cikakak, Cisolok, Kabandungan, Curug Kembar, Cidolog, dan Cidadap di Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, hingga Kota Cirebon.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, pohon tumbang, serta gangguan lalu lintas, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana dan pengguna jalan. (*)

Pos terkait