KAB. BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna membuka secara resmi Musyawarah Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Bandung masa khidmat 2026–2031 yang digelar di Hotel Grand Sunshine, Selasa (6/1/2026).
Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS menegaskan bahwa IPHI memiliki peran strategis dalam menjaga dan melestarikan nilai kemabruran haji, sekaligus mendorong partisipasi umat dalam pembangunan bangsa melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.
“IPHI lahir tahun 1990 dengan tujuan untuk melestarikan haji mabrur dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kemajuan bangsa. IPHI menjadi wadah untuk merawat kondisi pasca haji agar tetap sehat secara spiritual,” ujar Kang DS dalam sambutannya.
Menurut Kang DS, kesempurnaan manusia salah satunya ditentukan oleh kesehatan spiritual yang terjaga. Karena itu, kemabruran haji tidak boleh berhenti setelah rangkaian ibadah di Tanah Suci selesai, tetapi harus terus dipelihara melalui pembinaan pasca haji.
“Kalau diibaratkan seperti handphone, setiap hari kita pakai. Kalau tidak dicas, pasti mati. Begitu juga dengan kalbu kita. Melalui IPHI inilah diharapkan pasca haji, hajinya benar-benar mabrur. Ciri haji mabrur itu ibadahnya konsisten setelah pelaksanaan haji,” tuturnya.
Kang DS juga berharap IPHI mampu menjadi organisasi yang konsisten memupuk dan menjaga kemabruran haji di Kabupaten Bandung. Ia optimistis, pembinaan berkelanjutan yang dilakukan IPHI bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) akan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat.
“Setiap KBIH memiliki kelompok binaan pasca haji. Jika ini berjalan baik, saya yakin Kabupaten Bandung akan aman, nyaman, dan tidak akan ada hal-hal yang tidak kita harapkan karena keimanan dan ketakwaan masyarakatnya terpelihara,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kang DS turut mengajak IPHI dan KBIH untuk meningkatkan peran pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Memasuki tahun 2026 ini, kita masih prihatin karena angka masyarakat yang bisa membaca Al-Qur’an di Kabupaten Bandung baru sekitar 23 persen. Ini menjadi tantangan bersama yang harus kita jawab melalui gerakan pembinaan yang lebih masif,” pungkas Kang DS.
Melalui Musda IPHI ini, Kang DS berharap kepengurusan baru mampu memperkuat peran IPHI sebagai penjaga kemabruran haji dan motor penggerak pembinaan keagamaan di Kabupaten Bandung.(**)

















