Culturide ISC Bandung 2026, Touring Toyota Starlet Padukan Otomotif dan Budaya di Kampung Pulo Garut

BANDUNG – Indonesian Starlet Club Bandung Chapter (ISC Bandung) kembali menggelar agenda tahunan bertajuk Culturide pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan yang mengusung konsep perpaduan otomotif dan budaya ini diikuti oleh sekitar 25 unit Toyota Starlet, dengan rute perjalanan dari Kota Bandung dan finis di Situ Cangkuang, Kampung Pulo, Kabupaten Garut.

ISC Bandung merupakan salah satu chapter dari Indonesian Starlet Club (ISC), komunitas mobil yang mewadahi para penghobi dan pengguna Toyota Starlet, mobil legendaris era 90-an. ISC sendiri berdiri sejak tahun 1995 dan telah memiliki chapter di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Sementara itu, ISC Bandung dibentuk pada tahun 1999 sebagai wadah silaturahmi para pengguna Toyota Starlet di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya


Beragam agenda rutin dijalankan ISC Bandung, mulai dari gathering (kopi darat/kopdar), touring, diskusi perawatan dan modifikasi kendaraan, hingga partisipasi dalam event otomotif seperti jambore nasional dan kompetisi drag race.

Salah satu agenda unggulan ISC Bandung adalah Culturide, yang berasal dari gabungan kata culture (budaya) dan ride (berkendara). Kegiatan ini merupakan agenda touring tahunan yang bertujuan mengunjungi daerah-daerah yang masih kental dengan nilai budaya dan tradisi turun-temurun.


“Culturide sendiri adalah agenda tahunan ISC Bandung untuk touring dan mengunjungi tempat-tempat yang masih kental dengan kebudayaan yang diturunkan secara turun-temurun,” sebagaimana tertuang dalam konsep kegiatan ISC Bandung.

Pada pelaksanaan Culturide ke-3 tahun ini, ISC Bandung memilih Kampung Pulo di kawasan Situ Cangkuang, Garut, sebagai lokasi tujuan. Kampung Pulo dikenal sebagai perkampungan adat yang hingga kini masih menjaga nilai budaya leluhur.

Di kawasan tersebut terdapat makam Eyang Embah Dalem Arif Muhammad, serta sebuah peninggalan sejarah berupa Candi Cangkuang. Kampung Pulo sendiri hanya memiliki enam rumah adat yang saling berhadapan—masing-masing tiga rumah di sisi kiri dan kanan—serta satu masjid sebagai tempat ibadah.

Saat ini, Kampung Pulo dihuni oleh enam kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 23 orang, dan jumlah tersebut tidak boleh melebihi 26 orang. Sistem pewarisan rumah adat diberikan kepada anak perempuan tertua, sehingga sistem kekerabatan mengikuti garis ibu. Sementara itu, anak laki-laki yang telah menikah dan memasuki usia pernikahan dua minggu diwajibkan untuk keluar dari kawasan Kampung Pulo.

Sebelumnya, ISC Bandung telah menggelar Culturide pertama dengan tujuan Yogyakarta, kemudian dilanjutkan Culturide ke-2 ke Kampung Naga, Tasikmalaya.

Selain sebagai ajang touring dan silaturahmi keluarga besar ISC Bandung, kegiatan Culturide juga menjadi sarana edukasi budaya.

“Acara Culturide ini dapat memberikan pengalaman yang menarik, menambah ilmu pengetahuan serta lebih menghargai dan tidak melupakan sejarah serta menjaga norma serta kebudayaan, khususnya kebudayaan Indonesia,” tulis ISC Bandung.

ISC Bandung berharap, ke depan agenda Culturide dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

“Semoga di tahun-tahun yang akan datang acara Culturide ini bisa merambah ke berbagai daerah, bukan hanya di Jawa Barat, tetapi juga di luar Jawa Barat bahkan sampai luar pulau.” Tulisnya

Bagi masyarakat, pengguna, maupun penghobi Toyota Starlet yang ingin bergabung, ISC Bandung membuka ruang silaturahmi setiap Jumat malam. Informasi lokasi dan kegiatan dapat diakses melalui akun Instagram resmi @iscbandung. (Chen)

Pos terkait