Dana Transfer ke Daerah Belum Ada ‘Hilal’, Wali Kota Sukabumi Dorong Peningkatan PAD hingga Rp600 Miliar

Pemkot Sukabumi

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memberikan pernyataan tegas terkait kondisi fiskal daerah, khususnya mengenai anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang hingga kini belum kunjung ada kabar dari pemerintah pusat. Di hadapan jajaran perangkat daerah, ia menekankan pentingnya kemandirian anggaran melalui penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ayep Zaki mengonfirmasi bahwa sejauh ini belum ada kepastian waktu mengenai pencairan anggaran transfer ke daerah (TKD) tersebut. Ia mengaku masih menunggu laporan dari instansi terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.

“TKD belum kembali, Hilalnya belum terlihat, Sampai saat ini belum ada kabar kapan kepastiannya. Saya juga masih menunggu informasi dan laporan dari Bappeda, BPKAD, serta Sekda,” ujar Ayep Zaki saat memberikan sambutan dalam acara Musrenbang RKPD 2027 di Gedung Juang, Selasa (9/4/2026).

BACA JUGA:Ketua PWI Sukabumi Soroti Keterbukaan Informasi dan Digitalisasi di RKPD 2027

Bahwa nilai TKD Kota Sukabumi mengalami penurunan sebesar Rp159 miliar atau sekitar 21 persen dari total anggaran sebelumnya.

Menyikapi info TKD tersebut, Wali Kota menekankan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi harus siap menghadapi kondisi ekonomi apa pun. Salah satu solusi konkret yang ditawarkan adalah dengan menggenjot sektor PAD.

Saat ini, basis anggaran berada di angka Rp1,17 triliun dengan capaian PAD sebesar Rp535 miliar. Ayep optimistis angka tersebut dapat ditingkatkan hingga mencapai Rp600 miliar jika seluruh elemen bekerja optimal.

“Basis kita di 1,175 triliun. Mudah-mudahan PAD bisa kita naikkan ke angka 600 miliar. Jika PAD meningkat, tentu kapasitas belanja daerah kita juga akan naik,” tambahnya.

BACA JUGA: Hapus Image Kampung Sosial, Wali Kota Targetkan Sukabumi Jadi Kota Sosial yang Sejahtera

Dalam kesempatan yang sama, Ayep Zaki memberikan instruksi khusus kepada para Kepala Perangkat Daerah agar tidak hanya bekerja di belakang meja. Ia mengajak seluruh jajaran untuk lebih aktif turun ke lapangan guna melihat realita dan potensi yang ada di masyarakat.

“Saya minta perangkat daerah turun ke lapangan. Mari sambut tantangan ini dengan semangat bersama, jangan hanya di atas meja terus. Turun ke bawah bareng dengan saya,” tegasnya.

Selain koordinasi internal, Wali Kota juga mengajak para pengusaha yang menjadi mitra Pemerintah Kota Sukabumi untuk bersinergi dalam membangun kota, terutama dalam hal kepatuhan dan kontribusi terhadap PAD. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama agar pembangunan di Sukabumi tetap berjalan meski di tengah tantangan anggaran.

“Jalan yang benar itu selalu ada. Kita ajak pengusaha mitra Pemkot untuk bersama-sama membantu meningkatkan PAD kita,” pungkasnya. (Zae)

The post Dana Transfer ke Daerah Belum Ada ‘Hilal’, Wali Kota Sukabumi Dorong Peningkatan PAD hingga Rp600 Miliar first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait