BANDUNG – Holding Industri Pertahanan DEFEND ID menetapkan strategi operasional 2026 guna memperkuat daya saing industri pertahanan nasional dan ekspansi pasar global.
Direktur Utama DEFEND ID Joga Dharma Setiawan mengatakan strategi tersebut disusun berdasarkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), arahan pemegang saham, serta evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perusahaan.
“Strategi 2026 kami dituangkan dalam Corporate Strategic Scenario yang mencakup tujuh pilar utama, mulai dari penguatan bisnis inti, inovasi produk dan layanan, hingga transformasi SDM dan digitalisasi proses bisnis,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk mencapai target tersebut DEFEND ID menyiapkan langkah strategis berupa optimalisasi proyek pertahanan dan non-pertahanan, percepatan kontrak baru, peningkatan burn rate operasional, serta penguatan struktur keuangan dan penataan anak usaha.
“Kami fokus meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi SDM agar seluruh entitas bergerak lebih efisien dan kompetitif,” kata Joga.
Pada akhir 2026, DEFEND ID menargetkan total kontrak Rp132,05 triliun, pendapatan Rp35,47 triliun, dan burn rate 26,86 persen.
“Target ini sejalan dengan komitmen kami memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional,” tutupnya. (*)

















