Hari ke-11 Longsor Pasirlangu, Dua Korban Kembali Ditemukan, Total 85 Bodypack

KAB. BANDUNG BARAT – Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali dilanjutkan pada hari ke-11, Selasa (3/2/2026). Meski waktu terus berjalan, proses pencarian korban belum sepenuhnya tuntas.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan pelaksanaan operasi SAR hari ke-11 berlangsung relatif optimal seiring kondisi cuaca yang cerah berawan sepanjang hari.

Bacaan Lainnya

Cuaca yang bersahabat tersebut dimanfaatkan tim SAR gabungan untuk memaksimalkan penggalian dan penyisiran material longsoran di sejumlah titik prioritas, yang selama beberapa hari sebelumnya terkendala hujan dan risiko longsor susulan.

“Pada hari ke-11 bencana longsor Pasirlangu, kondisi cuaca mendukung dengan cerah berawan sepanjang operasi SAR,” ujar Ade saat konferensi pers di posko SAR.

Hasilnya, Basarnas bersama unsur SAR gabungan kembali menemukan dua bodypack di area terdampak. Temuan ini menambah daftar panjang korban yang berhasil dievakuasi sejak operasi pencarian dimulai.

Hingga Selasa pukul 16.30 WIB, total korban longsor yang telah ditemukan mencapai 85 bodypack, menunjukkan besarnya skala bencana yang menimpa wilayah tersebut.

Namun demikian, proses identifikasi korban masih menjadi pekerjaan rumah serius. Berdasarkan data Disaster Victim Identification (DVI) per pukul 16.00 WIB, baru 66 korban yang berhasil diidentifikasi dari 68 bodypack yang telah diproses.

Sementara itu, 17 bodypack lainnya masih menunggu proses identifikasi lanjutan untuk memastikan identitas korban secara akurat.

Ade mengapresiasi kerja keras seluruh personel SAR gabungan yang terus berjibaku di lapangan dengan risiko tinggi dan kondisi medan yang ekstrem.

Ia menegaskan, operasi SAR akan tetap dilanjutkan dengan mengedepankan aspek keselamatan personel, sembari menunggu rekomendasi lanjutan terkait kelayakan dan keamanan area pencarian.

“Operasi SAR akan terus berjalan dengan tetap mempertimbangkan faktor keselamatan seluruh personel di lapangan,” pungkasnya.(*)

Pos terkait