Thailand – Dibalik kilau medali emas Timnas Hockey Indoor Putra mengharumkan nama Indonesia di pentas SEA Games 2025 Thailand ada sosok pelatih yang bekerja dalam senyap. Namanya Irwan Hermawan, M.Pd, pria 38 tahun asal Bandung yang perjalanan hidupnya menyatu erat dengan stik dan bola hoki.
Irwan bukan lahir dari kemewahan fasilitas atau pembinaan elite sejak dini. Ia memulai kisahnya sebagai siswa SMA kelas 2 pada 2004, ketika pertama kali menapaki dunia hoki secara serius. Dua tahun berselang, langkah kecil itu menjelma prestasi besar. Pada Porda 2006, Irwan muda mempersembahkan medali emas, sebuah awal yang menjadi fondasi perjalanan panjangnya di dunia hoki.
Lulusan SD Pelita 2 Bandung, SLTP Negeri 46 Bandung, dan SMAN 26 Bandung ini tak pernah benar-benar meninggalkan lapangan. Bahkan ketika banyak atlet seusianya memilih jalan lain, Irwan justru menambatkan hidupnya sepenuhnya pada hoki bukan hanya sebagai pemain tetapi juga sebagai pendidik dan pelatih.
Awal karier melatihnya terbilang sederhana. Ia memulai dari level pelajar, membina tim hoki SMAN 26 Bandung, mengantar anak-anak muda berlaga di berbagai kejuaraan pelajar. Dari sana, kesabaran dan ketelatenannya perlahan dikenal hingga pada Porda 2014, Irwan dipercaya melatih tim daerah dan kembali membuktikan sentuhan emasnya dengan medali emas.
Pintu menuju level nasional pun terbuka. Irwan mulai masuk dalam jajaran pelatih PON dan SEA Games, membawa filosofi kepelatihan yang menekankan disiplin, karakter, dan pembinaan jangka panjang. Puncaknya terjadi pada SEA Games 2023, ketika cabang hoki indoor yang ditanganinya sukses meraih medali emas. Kemenangan itu bukan sekadar prestasi, melainkan titik balik perkembangan hoki Indonesia.
“Sejak hoki indoor emas di SEA Games 2023, pembinaan di daerah semakin pesat. Dari SD, SMP, sampai SMA mulai bergerak. Anak-anak termotivasi,” ujar Irwan suatu ketika.
Di bawah arahannya, pembinaan hoki tak lagi terpusat di segelintir wilayah. Daerah-daerah mulai hidup, kompetisi usia dini bermunculan, dan mimpi atlet muda kembali menyala. Prestasi demi prestasi pun mengalir deras: emas PON 2016, perak SEA Games 2017, emas PON 2020, emas SEA Games 2023, emas PON 2024, hingga emas SEA Games 2025, semuanya menjadi saksi konsistensi seorang pelatih bertangan dingin.
Di luar lapangan, Irwan adalah sosok akademisi. Ia menamatkan S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) di FPOK UPI, lalu melanjutkan S2 Pendidikan Olahraga di UPI. Perpaduan ilmu dan pengalaman lapangan itulah yang membuat pendekatannya pada atlet terasa utuh, tidak hanya mengejar kemenangan tetapi juga membangun manusia.
Kini, di puncak usia produktifnya, Irwan menyimpan mimpi yang jauh lebih besar dari sekadar medali emas Asia Tenggara.
“Harapan saya, hoki Indonesia semakin maju dan merata. Pembinaan dan kompetisi harus berjalan di banyak daerah. Targetnya bukan hanya SEA Games, tapi juara Asia dan bisa tampil di World Cup,” Tegasnya.
Di tengah keterbatasan dan tantangan olahraga minoritas, Irwan memilih bertahan dan berjuang. Dari lapangan sekolah hingga arena internasional, ia menanamkan keyakinan bahwa hoki Indonesia punya masa depan selama ada kesungguhan, pembinaan yang konsisten, dan pelatih yang mau bekerja dengan hati.
Irwan telah membuktikan itu bahwa dari putra daerah Bandung pinggiran bisa berprestasi dengan cara apapun untuk Indonesia.(chen)

















