BANDUNG— Sepanjang tahun 2025, wilayah Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu daerah dengan aktivitas seismik tinggi di Indonesia. Menurut BMKG Stasiun Geofisika Bandung, provinsi ini diguncang sebanyak 1.242 kali gempa bumi dari berbagai magnitudo dan intensitas. Catatan ini menunjukkan bahwa gempa tidak hanya sering terjadi, tetapi juga tersebar sepanjang tahun.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu alias Ayyu mengatakan, berdasarkan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal sebanyak 1.092 kejadian. Sementara, gempa bumi menengah sebanyak 149 kejadian.
” Gempa bumi dalam sebanyak satu kejadian,” ujar Ayyu melalui keterangan resmi, Kamis (1/1/2026).
Gempa-gempa ini terjadi dalam berbagai kedalaman, Gempa kedalaman dangkal (0–60 km) mendominasi dengan ratusan kejadian. Gempa menengah dan beberapa dalam juga tercatat, meskipun jumlahnya lebih kecil.
Januari–Maret 2025
Januari 2025: BMKG mencatat 106 gempa di Jabar, dengan magnitudo terbesar hingga 4,7.
25 Maret 2025: Gempa berkekuatan M4,9 mengguncang Pangandaran dan dirasakan di sejumlah wilayah selatan Jabar seperti Garut, Banjar, dan Tasikmalaya.
Mei–Agustus 2025
Mei dan Juni 2025 juga mencatat banyak guncangan seismik, termasuk gempa kecil yang dirasakan masyarakat.
Asia Pacific Solidarity
20 Agustus 2025 menjadi sorotan, ketika lima gempa terjadi dalam satu hari di Jabar dan sekitarnya — termasuk salah satunya yang mencapai magnitudo 4,9 di Bekasi. Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta tinggi kecepatan (Whoosh) ditunda sementara demi keselamatan.
November–Desember 2025
November 2025: BMKG mencatat 108 gempa hanya dalam satu bulan. Gempa terbesar yang dirasakan berkekuatan sekitar 3,8 dan mengguncang Bandung serta daerah sekitarnya.
Desember 2025: Sejumlah kejadian gempa kecil dan menengah terdokumentasi, seperti gempa berkekuatan 3,3 di Depok dan gempa di Tasikmalaya.
Menurut BMKG, sebagian besar gempa di Jabar berasal dari aktivitas sesar aktif yang berada di daratan maupun bawah laut, yang sering kali bersifat tektonik. Beberapa sesar yang berperan antara lain:
- Sesar Lembang, yang berpotensi memicu gempa berkekuatan besar di wilayah Bandung dan sekitarnya.
- Sesar Baribis / Busur Belakang Jawa, tercatat terkait gempa merusak di Bekasi dan sekitarnya.
- Sesar-sesar lain di area selatan yang memicu gempa dangkal di wilayah Cianjur, Sukabumi, Bogor, dan sekitarnya.
Asia Pacific Solidarity
Aktivitas sesar ini menunjukkan bahwa Jawa Barat berada di daerah tekanan tektonik tinggi, karena posisinya di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) serta adanya pergerakan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Meskipun sebagian besar gempa di 2025 merupakan gempa kecil sampai menengah, beberapa kejadian tetap berdampak nyata:
Gempa berkekuatan 4,9 di Bekasi pada Agustus 2025 menyebabkan kerusakan ringan di puluhan rumah, fasilitas umum, dan tempat ibadah, meskipun tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Gempa kecil lainnya menyebabkan getaran yang dirasakan warga dan memicu reaksi waspada masyarakat.
Sebagai respon terhadap tingginya aktivitas seismik, berbagai langkah mitigasi dilakukan: BMKG bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat sistem peringatan dini gempa dan tsunami, termasuk bantuan sirine dan alat deteksi yang lebih canggih.
Pemerintah daerah dan elemen masyarakat terus meningkatkan edukasi kesiapsiagaan melalui doa lintas agama, sosialisasi, dan latihan evakuasi warga terhadap potensi gempa besar yang mungkin terjadi di masa depan.
Aktivitas gempa di Jabar semakin meningkat dan tersebar luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah alat seismik memungkinkan deteksi yang lebih sensitif, sehingga bahkan gempa kecil pun terekam dengan akurat.
Asia Pacific Solidarity
Meski begitu, gempa besar yang memicu kerusakan luas tetap belum terjadi secara signifikan pada 2025. Namun para ahli mengingatkan bahwa potensi gempa kuat masih ada, khususnya dari sesar besar seperti Sesar Lembang. (*)

















