KAB. BANDUNG BARAT – Kebakaran melanda permukiman warga di Kampung Bojong Koneng, Desa Sukasari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (8/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh percikan api dari kompor gas yang lupa dimatikan.
Akibat kejadian itu, sedikitnya tiga unit rumah terdampak kebakaran. Dua rumah dilaporkan hangus terbakar beserta seluruh isinya, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Selain menimbulkan kerugian materi, kebakaran juga memaksa 10 warga dari empat kepala keluarga mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.
Camat Gununghalu, Hari Mustika, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Dugaan sementara, api berasal dari kelalaian penggunaan kompor gas oleh salah satu penghuni rumah.
“Dugaan awal api berasal dari kompor gas yang lupa dimatikan. Namun hal ini masih bersifat sementara karena para korban masih dalam kondisi syok dan belum dapat dimintai keterangan secara mendalam,” ujar Hari Mustika, Minggu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, dua rumah yang terbakar habis masing-masing milik Abdul Jaelani, Sarif Hidayat, dan Riyan Heryanto. Sementara satu rumah milik Ibu Anih mengalami kerusakan sebagian dan berhasil diselamatkan karena dalam kondisi tidak berpenghuni saat kejadian.
Proses pemadaman api dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar. Dengan peralatan seadanya, warga bergotong royong memadamkan api hingga berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan lain.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun total ada empat kepala keluarga yang terdampak langsung,” katanya.
Adapun rincian korban terdampak yakni keluarga Abdul Jaelani dengan dua jiwa, Sarif Hidayat empat jiwa, Riyan Heryanto empat jiwa, serta satu rumah milik Ibu Anih yang tidak berpenghuni.
Kerugian materi akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Rumah milik Abdul Jaelani diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp100 juta. Sementara rumah yang dihuni Sarif Hidayat dan Riyan Heryanto juga ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp100 juta. Adapun rumah milik Ibu Anih mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.
“Secara keseluruhan, dua rumah mengalami rusak berat dan satu rumah rusak ringan. Tidak ada fasilitas umum yang terdampak,” jelas Hari.
Pihak Kecamatan Gununghalu telah melakukan asesmen lapangan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sukasari dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Laporan kejadian juga telah disampaikan kepada instansi terkait.
“Saat ini kebutuhan mendesak para korban meliputi bantuan logistik serta material bangunan untuk perbaikan rumah dalam masa tanggap darurat,” pungkasnya.

















