SUKABUMI – Kerusakan hutan di wilayah Pajampangan kini mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM), H. Hendra Permana, saat memberikan tanggapan dalam kegiatan Green Camp di kawasan wisata Karang Gantung, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/2/2026).
Menurut Hendra, terdapat tiga kawasan hutan utama di Pajampangan yang selama ini berfungsi sebagai “tirai Jampang”, yakni penyangga alam yang melindungi wilayah selatan Sukabumi dari dua arah musim angin, barat dan timur.
“Hutan Cikepuh sejatinya menjadi penahan angin barat. Kawasan ini berada di bawah pengelolaan BKSDA, namun kondisi hutannya saat ini sudah banyak mengalami kerusakan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk angin timur, wilayah Pajampangan selama ini bergantung pada kawasan Leuweung Hideung. Hendra menilai, hutan tersebut kini berada dalam kondisi rawan dan memerlukan langkah penyelamatan bersama.
“Leuweung Hideung sekarang sudah mulai mengkhawatirkan. Ini tidak bisa dibiarkan. Harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya satu pihak,” tegasnya.
Selain dua kawasan tersebut, Hendra juga menyoroti hutan Cihanjuang, yang dikenal masyarakat sebagai Pasirpiring. Di wilayah ini masih terdapat hutan alam sekunder yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Di Cihanjuang masih ada hutan alam sekunder. Ini benteng terakhir yang wajib kita jaga. Kalau tirai Jampang ini rusak semua, dampaknya akan terasa luas, mulai dari perubahan iklim lokal hingga ancaman bencana,” kata Hendra.
Melalui kegiatan Green Camp, JTM mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk kembali merawat hutan sebagai pelindung alam Pajampangan sekaligus penopang kehidupan generasi mendatang.














