Laga PERSIB vs Persija di GBLA Hasilkan 6,5 Ton Sampah, Seluruhnya Dikelola Tanpa Masuk TPA

BANDUNG – Pertandingan sarat gengsi antara PERSIB Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu 11 Januari 2026, tak hanya menghadirkan tensi tinggi di lapangan, tetapi juga mencatatkan capaian positif di luar pertandingan. Sepanjang laga tersebut, tercatat sebanyak 6.571 kilogram atau lebih dari 6,5 ton sampah berhasil dikumpulkan dan dikelola secara menyeluruh.

Jumlah sampah tersebut mencerminkan besarnya antusiasme penonton di GBLA. Namun lebih dari itu, angka ini juga menunjukkan tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan stadion kebanggaan Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Pengelolaan sampah dilakukan melalui kolaborasi antara PERSIB Bandung dan Jubelo sebagai mitra resmi pengelolaan waste management stadion. Seluruh proses menerapkan prinsip zero waste to landfill, yang berarti tidak ada sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sampah yang terkumpul dipilah sejak awal. Sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan maggot, sampah anorganik disalurkan ke mitra daur ulang, sementara material residu diproses melalui sistem pengolahan lanjutan agar tidak dibuang ke TPA. Proses ini melibatkan puluhan petugas kebersihan dengan sistem kerja terukur hingga stadion kembali tertib usai pertandingan.

Bagi PERSIB dan Bobotoh, GBLA bukan sekadar tempat pertandingan, melainkan rumah bersama. Stadion ini menjadi saksi emosi, kebanggaan, dan sejarah panjang Maung Bandung. Menjaga kebersihan GBLA berarti menjaga kenyamanan, keselamatan, sekaligus martabat PERSIB itu sendiri.

Capaian pada laga PERSIB vs Persija merupakan bagian dari upaya berkelanjutan. Sepanjang musim 2025/2026, pengelolaan sampah dengan prinsip zero waste to landfill telah diterapkan pada berbagai pertandingan, dengan rincian:

  • 2.948 kilogram saat PERSIB vs Borneo FC

  • 3.916 kilogram saat melawan Bangkok United

  • 3.872 kilogram kontra Bhayangkara FC

  • 4.972 kilogram saat menghadapi PSM Makassar

  • 3.003 kilogram pada laga PERSIB vs Dewa United

  • 2.522 kilogram kontra Lion City Sailors

  • 1.564 kilogram saat menghadapi Persebaya Surabaya

  • 1.903 kilogram melawan Persis Solo

  • 2.079 kilogram pada laga kontra Selangor FC

Jika diakumulasikan, total sampah dari 10 pertandingan Super League dan AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025/2026 mencapai 33.350 kilogram atau lebih dari 33 ton, seluruhnya dikelola tanpa mengandalkan TPA.

Head of Communications PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan bahwa capaian ini lahir dari kolaborasi dan rasa memiliki seluruh pihak.

“Lebih dari 33 ton sampah yang dikelola ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kesadaran Bobotoh, kerja keras petugas, serta kolaborasi dengan Jubelo yang memastikan pengelolaan sampah GBLA berjalan dengan prinsip zero waste to landfill. Rumah akan terasa nyaman jika semua penghuninya ikut menjaga,” ujar Adhi.

Ia menambahkan, budaya menonton sepak bola yang dewasa tidak hanya tercermin dari dukungan di tribun, tetapi juga dari sikap terhadap lingkungan stadion.

“Ketika Bobotoh menjaga kebersihan dan fasilitas GBLA, di situlah rasa cinta kepada PERSIB terlihat nyata. Bukan hanya saat tim bertanding, tetapi juga setelah peluit akhir berbunyi,” lanjutnya.

Melalui kampanye #JagaGBLAJagaPERSIB, PERSIB mengajak seluruh Bobotoh untuk terus merawat GBLA seperti rumah sendiri. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mengikuti arahan petugas, hingga menjaga fasilitas stadion, menjadi bentuk dukungan nyata bagi PERSIB di dalam dan luar lapangan.

Pos terkait