Nurun Najma, Siswi SMPN 2 Megamendung Berprestasi di FTBI Kabupaten Bogor: Dari Kurang Fasih Sunda hingga Juara

BOGOR — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Nurun Najma, siswi kelas 9C SMPN 2 Megamendung. Remaja yang akrab disapa Najma ini konsisten meraih juara pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Bogor. Terbaru, ia sukses meraih Juara 1 lomba biantara putri tahun 2025, setelah sebelumnya menjadi Juara 1 ngadongeng putri tahun 2024 dan Juara 2 ngadongeng putri tahun 2023.

Najma lahir di Bogor pada 10 Desember 2010. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia dikenal sebagai siswa berprestasi akademik dengan catatan peringkat pertama sejak kelas 1 SD. Memasuki jenjang SMP, minatnya berkembang ke bidang seni tutur berbahasa Sunda, meski awalnya ia mengaku belum begitu memahami bahasa tersebut.

Bacaan Lainnya

“Awalnya saya kurang memahami bahasa Sunda. Tapi saya ingin membuktikan bahwa itu bukan penghalang untuk terus berusaha,” ujar Najma.

Perjalanan prestasinya dimulai sejak kelas 7, ketika ia dipilih guru untuk dilatih dan menjadi perwakilan sekolah pada cabang lomba ngadongéng putri di FTBI. Dari proses itu, Najma mulai menekuni latihan intensif mulai dari menerima naskah, menghafal, hingga rutin tampil di depan teman-temannya demi melatih mental.

“Saya biasanya berlatih sepulang sekolah bersama teman-teman. Kalau sudah mendekati lomba, latihan dilakukan setiap hari,” tuturnya.

Dalam prosesnya, Najma mengaku pernah berkali-kali merasa gagal bahkan ingin menyerah. Namun, kalimat sederhana dari guru pembimbingnya menjadi titik penguat.

“Guru saya pernah berkata, ‘gagal itu bagian dari proses’. Dari situ saya belajar untuk percaya pada proses,” katanya.

Dukungan lingkungan menjadi faktor penting dalam keberhasilannya. Orang tua, guru, dan teman-teman sekolah disebut Najma sebagai sumber semangat terbesar.

“Orang tua selalu mendukung dan ikut berbahagia atas apa yang saya capai. Guru pembimbing dan sekolah juga sangat berperan hingga saya bisa berada di titik ini,” ujarnya.

Prestasi yang diraih membawa perubahan besar dalam dirinya. Najma merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus berkembang.

“Sekarang lebih banyak yang mengenal saya. Itu jadi pengingat agar saya terus bersemangat dan membanggakan orang tua serta membawa nama baik sekolah,” ucapnya.

Meski aktif berlatih, Najma menegaskan bahwa ia tetap menjaga keseimbangan antara akademik dan kegiatan lomba.

“Saya berlatih sepulang sekolah, jadi tidak mengganggu waktu belajar,” jelasnya.

Ke depan, Najma memiliki mimpi besar. Ia bercita-cita menekuni bidang psikologi sekaligus pendidikan. Bahkan, prestasi yang diraih saat ini ia harapkan dapat menjadi bekal untuk masa depan.

“Saya ingin menjadi psikolog, dan juga tertarik di bidang pendidikan. Dengan pengalaman ini, semoga nanti saya bisa membantu dan menginspirasi banyak orang,” katanya.

Menutup perbincangan, Najma menyampaikan pesan inspiratif bagi pelajar lain agar berani berprestasi.

“Kita semua punya potensi luar biasa. Jangan takut bermimpi besar dan berani mengambil langkah pertama. Setiap langkah kecil hari ini akan membawa kita lebih dekat ke impian. Semangat!” pungkasnya.

Dengan deretan prestasi dan semangat pantang menyerah, Nurun Najma menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan bukanlah hambatan, melainkan tantangan untuk tumbuh dan bersinar.

Pos terkait