BANDUNG – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau pembangunan rumah susun (rusun) bagi aparatur sipil negara Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Senin (13/4/2026).
Dalam peninjauan yang turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Hermon Dekristo, proyek ini menunjukkan progres signifikan. Realisasi fisik telah mencapai 32,40% dari rencana 10,18%, atau deviasi positif +22,22%, dengan realisasi keuangan sebesar 20%. Proyek ditargetkan selesai pada 5 Oktober 2026.

Ia juga menekankan pentingnya kualitas pembangunan agar hunian yang dibangun tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memiliki daya tahan dan kenyamanan jangka panjang.
“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas. Hunian ini harus benar-benar layak, aman, dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” tegas Menteri Ara.
Menteri PKP juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa II atas kinerja pelaksanaan pembangunan yang menunjukkan progres lebih cepat dari rencana.
“Saya mengapresiasi kinerja BP3KP Jawa II yang mampu melampaui target. Kita dorong agar proyek ini bisa selesai lebih cepat dari waktu kontrak tanpa mengurangi kualitas,” ujarnya.
Rusun dua lantai tipe Arthaloka ini menyediakan 44 unit hunian tipe 36, lengkap dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, serta ruang cuci dan jemur. Fasilitas pendukung juga disiapkan, mulai dari balai warga, minimarket, mushola, ruang serbaguna, hingga parkir 24 mobil dan 46 motor.
Berlokasi sekitar 5 km dari Kantor Kejati Jabar, rusun ini juga berada dekat fasilitas publik seperti Stasiun Kiaracondong dan Trans Studio Mall Bandung, menjadikannya hunian strategis bagi ASN.

Kepala Kejati Jabar Hermon Dekristo menyatakan rusun ini diprioritaskan bagi pegawai golongan II dan IIIA, sekaligus menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah.
Proyek ini menjadi salah satu contoh percepatan pembangunan hunian ASN di perkotaan dengan progres yang melampaui target dan berpotensi selesai lebih cepat dari jadwal.(*)















