Pemkot Cimahi Kebut Revitalisasi Sekolah, Ngatiyana Tekankan Kualitas Sarana Pendidikan

CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi terus mempercepat peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui berbagai program revitalisasi sekolah yang menjadi prioritas pembangunan tahun 2025. Upaya ini dilakukan untuk memastikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh peserta didik.

Salah satu proyek yang hampir rampung adalah revitalisasi SMP Negeri 9 Cimahi di Kelurahan Utama. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, kembali meninjau langsung progres pembangunan tersebut untuk ketiga kalinya guna memastikan hasil revitalisasi sesuai dengan standar kelayakan sarana pendidikan.

Bacaan Lainnya

Empat ruang kelas yang direvitalisasi kini terlihat lebih kokoh, bersih, dan representatif. Kondisi tersebut mendapat apresiasi dari Ngatiyana saat meninjau langsung ruang kelas yang telah selesai dikerjakan, Rabu (31/12/2025).

“Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Bangunannya bagus, siswanya nyaman, dan ini tentu akan menambah semangat serta motivasi belajar anak-anak di SMPN 9,” ujar Ngatiyana.

Ia menegaskan, peningkatan mutu sarana pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan merupakan fondasi penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Kenyamanan ruang belajar dinilai berpengaruh langsung terhadap konsentrasi, kreativitas, dan prestasi siswa.

Selain SMP Negeri 9, Pemkot Cimahi melalui Dinas Pendidikan juga merealisasikan berbagai program pembangunan dan rehabilitasi sekolah sepanjang 2025. Tercatat sebanyak 85 ruang kelas direhabilitasi, 12 ruang kelas baru dibangun, serta perbaikan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Fasilitas tersebut meliputi tiga laboratorium, toilet sekolah, ruang kepala sekolah, ruang OSIS, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang administrasi, perpustakaan, area bermain, hingga pembangunan pagar sekolah guna meningkatkan keamanan lingkungan belajar.

“Pemerintah juga melengkapi sarana pembelajaran dengan bantuan mebel sekolah, peralatan laboratorium IPA, alat musik tradisional, serta alat permainan edukatif. Seluruh program ini didukung pendanaan dari APBD dan APBN melalui skema kolaborasi,” jelasnya.

Ke depan, Pemkot Cimahi juga merencanakan pembangunan sekolah baru untuk mengatasi kepadatan peserta didik. Pada 2026, direncanakan pembangunan SMP Negeri 15 di Kelurahan Cibeber, disusul pembangunan SMP Negeri 14 di wilayah Padasuka sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan.

“Pembangunan pendidikan akan terus berkelanjutan. Pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah, bersama dengan pelayanan kesehatan dan infrastruktur,” tegas Ngatiyana.

Menurutnya, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia Cimahi yang unggul dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kami ingin memastikan anak-anak Cimahi siap menghadapi tantangan masa depan dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” pungkasnya. (*)

Pos terkait