SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan arah pembangunan ke depan akan difokuskan pada penanganan sampah dan penguatan infrastruktur. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, dalam Forum Perangkat Daerah (FPD) Bappeda Kota Sukabumi, Jumat (13/2/2026) pagi.
Dalam arahannya, Bobby menekankan bahwa pembangunan mulai 2026 dan seterusnya harus diarahkan pada dua persoalan mendasar tersebut. “Untuk pembangunan tahun 2026 dan seterusnya, Pemkot harus fokus pada penanganan sampah dan infrastruktur,” ujarnya di hadapan jajaran perangkat daerah.
Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya di hilir. Ia menilai pembenahan harus dilakukan sejak sumbernya, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat sejak usia dini. Bobby mencontohkan praktik di negara maju yang berhasil membangun budaya disiplin dalam pengelolaan sampah.
“Pengelolaan memang harus dari hulu dan penting dikenalkan kepada warga kota sejak usia dini. Karena itu, Pemkot Sukabumi sering menerima kunjungan siswa PAUD untuk diberikan edukasi pengelolaan sampah,” katanya.
Selain isu lingkungan, penguatan fiskal daerah juga menjadi perhatian utama. Bobby menjelaskan bahwa optimalisasi pajak daerah akan berjalan efektif jika dibarengi pelayanan publik yang maksimal serta pembangunan infrastruktur yang nyata dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan, kepercayaan publik menjadi kunci peningkatan fiskal daerah. “Orang akan memberikan hal terbaik kepada kita jika benar-benar kita layani dengan baik dan maksimal. Ketika masyarakat melihat kesungguhan pemerintah membangun, mereka akan tergerak bersama-sama meningkatkan fiskal daerah,” ucapnya.
Lebih jauh, Bobby mengingatkan agar setiap perencanaan pembangunan dilandasi visi dan niat yang kuat. Menurutnya, rencana kerja pemerintah harus menjadi wujud harapan yang terus diperjuangkan secara konsisten. “Setiap rencana yang kita buat adalah harapan yang dapat terwujud, selama kita tidak kehilangan niat baik dan ikhtiar dalam membangun Kota Sukabumi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asari, memaparkan sejumlah isu strategis yang akan menjadi fokus perencanaan 2027. Salah satunya adalah kesiapan menghadapi dampak beroperasinya Tol Bocimi yang diproyeksikan mendorong pertumbuhan wilayah dan aktivitas ekonomi.
Selain itu, pemerintah juga akan mengaktifkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, menyiapkan kawasan industri guna menyerap tenaga kerja, serta mengoptimalkan sektor ekonomi kreatif yang dinilai relevan dengan karakter kawasan perkotaan.
Dalam forum tersebut terungkap, hingga saat ini sebanyak 1.133 inovasi telah diajukan oleh perangkat daerah. Seluruh inovasi akan melalui proses kurasi untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya. Bappeda juga berencana membentuk tim inovatif yang terdiri dari aparatur berprestasi guna memperkuat transfer pengetahuan dan kolaborasi antarinstansi.
Melalui FPD ini, Pemkot Sukabumi menegaskan komitmennya menyusun perencanaan pembangunan yang responsif, realistis, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. Dengan fokus pada pengelolaan sampah, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi, arah pembangunan 2027 diharapkan mampu mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih tertata, produktif, dan berkelanjutan.















