Besok Rukyat Hilal di POB Cibeas, DHR Sukabumi Tentukan Awal Puasa

SUKABUMI – Menjelang penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah, Dewan Hisab dan Rukyat Kabupaten Sukabumi memastikan seluruh tahapan persiapan rukyat hilal berjalan optimal. Observasi dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026 bertepatan dengan 29 Sya’ban di Pos Observasi Bulan Cibeas, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Wakil Ketua I DHR Kabupaten Sukabumi Bidang Diklat dan Hisab Rukyat, Zaenurridwan, mengatakan kesiapan panitia mencakup aspek teknis dan administratif. Peralatan yang disiapkan meliputi instrumen tradisional seperti bektangs dan rubu’ mujayyad, serta teleskop modern guna mendukung akurasi pengamatan.

Bacaan Lainnya

“Rukyat hilal ini adalah bentuk tanggung jawab bersama antara umara dan ulama agar pelaksanaan ibadah umat benar-benar sesuai dengan tuntunan syariat,” ujar Zaenurridwan, Senin (16/02/2026).

Ia menuturkan, meskipun secara perhitungan astronomi posisi hilal diperkirakan sulit terlihat, proses rukyat tetap dilaksanakan. Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai bagian dari tuntunan agama agar penentuan awal puasa dilakukan melalui mekanisme yang sah.

“Walaupun secara hisab kemungkinan terlihatnya hilal kecil, rukyat tetap kami lakukan sebagai bagian dari ikhtiar syar’i,” ucapnya.

Selain kesiapan alat, panitia juga memastikan kehadiran para perukyat yang akan memberikan kesaksian di lokasi pengamatan. Kesaksian tersebut akan diuji dalam sidang di Pengadilan Agama Cibadak sebelum dilaporkan secara resmi kepada Kementerian Agama RI.

Zaenurridwan menjelaskan, laporan hasil rukyat akan disampaikan terlebih dahulu secara lisan, lalu diperkuat dengan laporan tertulis setelah proses persidangan. “Apabila keterangan perukyat bertentangan dengan data hisab dan kajian ilmiah, kesaksian tersebut bisa ditolak,” katanya.

Ia menambahkan, hasil rukyat dari Sukabumi selama ini kerap dijadikan rujukan oleh negara-negara anggota MABIMS dalam penentuan awal bulan Hijriah. “Hasil pengamatan dari Sukabumi biasanya menjadi salah satu referensi di tingkat regional,” tutur Zaenurridwan.

Pelaksanaan rukyat hilal di Sukabumi melibatkan banyak unsur, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, Kementerian Agama, BMKG, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga para kiai pesantren sebagai tim ahli. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan membuat proses rukyat berjalan lancar dan memberikan kontribusi penting bagi keputusan Sidang Isbat tingkat nasional dalam penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Pos terkait