SUKABUMI — Pergerakan tanah menerjang Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (12/12/2025) dini hari. Peristiwa terjadi setelah wilayah sekitar diterjang hujan deras, sejumlah rumah warga dan fasilitas umum rusak.
Berdasarkan keterangan warga, peristiwa terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Nurdin (40), salah seorang warga Kampung Pasir Gerong RT 09 RW 01 yang terdampak, mengungkapkan bahwa tanda-tanda pergerakan sudah dirasakan sejak dini hari.
Demi keselamatan, banyak warga memilih mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
“Pergerakan tanah kejadiannya sekitar jam tiga subuh lah, dan saya langsung mengungsi ke rumah orang tua bersama keluarga,” katanya.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bantarkalong, Eman Sulaeman, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama menjadi penyebab utama. Ia memperkirakan sedikitnya 20 rumah mengalami kerusakan berupa retakan pada dinding dan struktur bangunan.
“Intensitas hujan terlalu deras, sehingga terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan kerusakan cukup banyak,” ujarnya.
Dampak pergerakan tanah tidak hanya pada permukiman di Kampung Pasir Gerong, tetapi juga meluas hingga ke Dusun Bojonghaur. Fasilitas umum turut terdampak; beberapa tiang listrik dilaporkan roboh dan jalan utama menjadi tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Pemerintah desa telah melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Warga setempat berharap adanya penanganan cepat dari instansi terkait, mengingat kondisi tanah masih labil dan potensi hujan susulan masih tinggi. Sampai saat ini, warga masih menunggu langkah-langkah lanjutan untuk penanganan dan rehabilitasi pasca-bencana.

















