BANDUNG — PT Pertamina Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan kesiapan infrastruktur dan pasokan energi guna menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Dalam upaya mengantisipasi peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, Pertamina pun siagakan ribuan titik layanan yang tersebar di seluruh wilayah operasional Jawa Bagian Barat untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) Susanto August Satria menjelaskan seluruh jalur distribusi telah masuk dalam status siaga guna memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi tanpa kendala.
Menurutnya, kesiapan ini mencakup penguatan stok di tingkat SPBU hingga agen LPG, mengingat pola konsumsi masyarakat cenderung meningkat secara signifikan selama Ramadan dan Idulfitri.
Guna mendukung kelancaran tersebut, Pertamina menyiagakan 1.620 SPBU dan 439 Pertashop. Dari jumlah tersebut, 427 SPBU dipastikan beroperasi selama 24 jam penuh untuk melayani pemudik.
Sementara itu, untuk sektor gas rumah tangga, Pertamina siagakan 2.331 agen LPG serta 206 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), didukung oleh 2.180 agen LPG siaga yang tetap beroperasi di tengah masa libur panjang ini.
Ia memperkirakan adanya kenaikan permintaan BBM jenis gasoline sebesar 9,6% dan BBM industri sebesar 7,9% dibandingkan dengan kondisi normal.
Konsumsi LPG pun diprediksi tumbuh sebesar 2,86% akibat meningkatnya aktivitas rumah tangga. Sebaliknya, konsumsi gasoil justru diperkirakan terkontraksi hingga 27,3% seiring dengan penurunan aktivitas logistik dan operasional industri selama masa cuti bersama.
“Selain fokus pada keter8sediaan stok, Pertamina juga menghadirkan berbagai layanan tambahan untuk meningkatkan kenyamanan para pemudik,” ungkapnya.
Menurutnya, dua unit Serambi MyPertamina telah disiapkan di sejumlah rest area tol dan kawasan wisata yang menyediakan fasilitas istirahat, layanan kesehatan, hingga area bermain anak.
Untuk penanganan darurat di jalur mudik, disiagakan pula 52 unit motoris BBM, 62 mobil tangki siaga, serta layanan service car dan towing car.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk memantau jadwal puncak arus mudik yang diprediksi jatuh pada 14–15 Maret dan 18–20 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026. Melalui persiapan komprehensif ini, distribusi energi diharapkan tetap terjaga stabil meski di tengah tekanan mobilitas yang tinggi.(*)














