JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui salah satu unit operasi penyaluran BBM dan LPG yaitu Integrated Terminal (IT) Jakarta meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, dengan capaian satu Peringkat Emas melalui program KERAK TELOR (Kerajinan Pangan Kelompok Transformasi Ekonomi Lokal Sunter).
Sementara itu, tujuh Peringkat Hijau diraih oleh unit operasi Pertamina Patra Niaga JBB lainnya, yaitu Soekarno Hatta Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI), Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein, Fuel Terminal (FT) Cikampek, IT Balongan, FT Bandung, FT Tanjung Gerem, dan FT Tasikmalaya.
Penghargaan Proper Emas diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hani Faisol Nurofiq kepada Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra pada Selasa (7/4) di Gedung Sasono, TMII, Jakarta.
“PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat” ujar Hani.
Program IT Jakarta merupakan satu dari 39 perusahaan yang mendapatkan PROPER emas dimana pada tahun ini sebanyak 164 perusahaan merupakan kandidat emas.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti konsistensi perusahaan dalam mengimplementasikan inovasi sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di berbagai wilayah operasi.
“Komitmen Pertamina Patra Niaga tidak hanya menopang ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasi. Melalui program-program TJSL, kami terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ega.
Atas dedikasi dan kinerja dalam pengelolaan lingkungan hidup, program IT Jakarta PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB dinilai melampaui kepatuhan, termasuk melalui inovasi berkelanjutan dalam program pemberdayaan masyarakat, efisiensi energi, serta TJSL.
Capaian ini diraih melalui implementasi berbagai program unggulan di masing-masing unit, termasuk pengembangan program KERAK TELOR oleh IT Jakarta yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan, serta inovasi pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi, dan efisiensi sumber daya di seluruh unit operasi.
Program KERAK TELOR merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat di bidang wirausaha kuliner yang menyasar kelompok rentan, yakni ibu rumah tangga (tuna karya) dan lansia di Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Program ini memberikan manfaat langsung kepada 26 orang dan manfaat tidak langsung kepada 1.225 orang. Produk yang dihasilkan berupa olahan makanan seperti almond crispy, peanut cookies, dan chocolate soft cookies.
Pengembangan program dilakukan secara bertahap, dimulai dari pelatihan tata boga pada tahun 2024, dilanjutkan dengan pelatihan pembukuan, pemasaran, serta pengurusan legalitas usaha seperti sertifikasi halal pada tahun 2025. Pada tahun 2026, program akan difokuskan pada inovasi produk UMKM, penguatan kolaborasi pemasaran, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha.
Dalam implementasinya, program ini berhasil meningkatkan omzet kelompok hingga 34%. Selain itu, telah dihasilkan 40 produk yang memiliki legalitas halal dan 20 produk bersertifikat P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Dari aspek lingkungan, pemanfaatan limbah UMKM juga berhasil dilakukan dengan mengolah 1.218 kilogram cangkang telur sebagai media tanam pengganti kompos.
Executive General Manager RJBB PT Pertamina Patra Niaga, Freddy Anwar menyampaikan bahwa program KERAK TELOR akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kami berharap keberhasilan ini tidak hanya di IT Jakarta, tetapi juga di wilayah lokasi Jawa Bagian Barat lainnya,” tutup Freddy. (*)















