BANDUNG — Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mencatat penurunan kasus virus influenza A (H3N2) subclade K atau SuperFlu sejak November 2025, setelah sempat mengalami peningkatan signifikan pada Agustus hingga Oktober 2025.
Ketua Tim Pinere RSHS sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Infeksi, dr. Yovita Hartantri, SpPD(K)PTI, mengatakan lonjakan kasus influenza A mulai terdeteksi sejak Agustus 2025 dan mencapai puncaknya pada September hingga Oktober.
“Di tahun 2025, angka kejadian influenza A mulai meningkat sejak Agustus, kemudian meningkat tajam pada Agustus, September, dan Oktober. Namun pada November kasusnya sudah mulai menurun,” ujar Yovita.
Ia menjelaskan, identifikasi virus influenza A (H3N2) subclade K dilakukan melalui pemeriksaan sampel laboratorium di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM), menyusul peringatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait potensi SuperFlu.
Sampel yang diperiksa berasal dari pasien RSHS yang dirawat selama periode September hingga November 2025. Dari total 47 sampel yang dikirim untuk pemeriksaan lanjutan, sebanyak 10 pasien terkonfirmasi positif terinfeksi virus influenza A (H3N2) subclade K.
Hal tersebut diperkuat oleh Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik RSHS, dr. Leonardus Widyatmoko, Sp.MK. Ia menyebut hasil konfirmasi BBLKM Jakarta menunjukkan jumlah yang sama.
“Dari 47 sampel pasien yang kami kirim ke BBLKM Jakarta pada periode September hingga November 2025, sebanyak 10 pasien terkonfirmasi subclade K,” kata Leonardus.
Pihak RSHS memastikan terus melakukan pemantauan dan penguatan kewaspadaan terhadap kasus influenza, meski tren penularan saat ini menunjukkan penurunan. (*)

















