
SUKABUMI — Viral video yang memperlihatkan seorang pria berpakaian minim di tengah prosesi adat kembali memantik perhatian publik. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kasepuhan Gelar Alam, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, saat berlangsungnya acara khitanan putra pimpinan adat, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi, pada Jumat, 10 April 2026.
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, pria yang diduga bernama Mang Bono tampak naik ke panggung dan mendekati Abah Ugi hanya dengan mengenakan pakaian dalam. Aksi itu sontak menuai kritik karena dinilai bertolak belakang dengan nilai kesopanan yang dijunjung tinggi dalam lingkungan adat.
Juru Bicara Kasepuhan Gelar Alam, Yoyo Yogasmana, mengaku terkejut saat pertama kali melihat video tersebut. Ia menyebut tidak mengetahui secara pasti apakah aksi itu merupakan bagian dari konsep acara atau inisiatif pribadi.
Baca Juga: Kecelakaan di Pesisir Ujunggenteng, Satu Tewas dan Satu Luka Berat
“Saya begitu melihat videonya, langsung kaget. Tidak tahu apakah itu memang bagian dari penampilan atau bukan,” ujarnya saat dimintai keterangan.
Yoyo juga mengungkapkan pihaknya sempat mempertanyakan siapa yang mengundang pria tersebut ke dalam rangkaian acara adat. “Saya sampai bertanya-tanya, siapa yang mengundang,” katanya.
Meski menuai sorotan tajam dari warganet, pihak Kasepuhan tidak memandang kejadian ini sebagai pelanggaran berat secara adat. Menurut Yoyo, masyarakat adat memiliki cara pandang tersendiri dalam menyikapi sebuah peristiwa.
Ia menjelaskan bahwa setiap kejadian, baik maupun buruk, dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang bisa menjadi bahan pembelajaran. “Apa yang sudah terjadi, mudah-mudahan bisa jadi pelajaran bersama,” ucapnya.
Baca Juga: 16 Hoaks Terklarifikasi di Sukabumi, Modus Catut Instansi hingga Penipuan Digital Makin Marak
Namun demikian, Yoyo tidak menampik bahwa dari sudut pandang umum, tindakan tersebut memang tidak pantas. Ia menekankan pentingnya memahami norma sosial dan adat istiadat sebelum menghadiri sebuah kegiatan di lingkungan tertentu.
“Ini soal pantas dan tidak pantas. Dari kacamata umum tentu disayangkan,” tuturnya.
Di tengah derasnya arus informasi di era digital, Yoyo berharap kejadian ini bisa menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih memahami nilai-nilai lokal. Ia menyinggung pentingnya tata titi duduga prayoga, yakni etika dalam bersikap sesuai dengan lingkungan tempat berada.
Baca Juga: Tiga Destinasi Pantai dan Geopark Unggulan di Sukabumi yang Wajib Dikunjungi
“Semoga ini jadi pembelajaran, agar setiap orang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi dan adat yang berlaku,” pungkasnya.
Hingga kini, video tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah warganet juga mendorong agar panitia acara ke depan lebih selektif dalam mengundang pengisi acara demi menjaga marwah Kasepuhan sebagai penjaga tradisi.
The post Viral Aksi Pria Berpakaian Minim di Kasepuhan Gelar Alam Sukabumi first appeared on Sukabumi Ku.















