Wakajati Jabar Tegaskan Integritas dan Kinerja Terukur di Apel Gabungan Awal Tahun

BANDUNG — Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H., menegaskan pentingnya penguatan integritas dan peningkatan kinerja aparatur Kejaksaan pada awal tahun kerja 2026. Hal tersebut disampaikan saat bertindak sebagai pembina upacara pada Apel Gabungan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat bersama Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat, yang digelar di lapangan Kantor Kejati Jabar serta diikuti secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (5/1/2026).

Apel gabungan tersebut diikuti para Asisten, Koordinator, serta seluruh pegawai Kejati Jawa Barat secara langsung, dan diikuti pula oleh seluruh pegawai di 25 Kejaksaan Negeri se-Jawa Barat secara daring.

Bacaan Lainnya

Dalam amanatnya, Wakajati menekankan bahwa awal tahun kerja merupakan momentum strategis untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga integritas dan menyusun langkah kerja yang terarah.

“Memasuki awal tahun kerja, untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga integritas dan meningkatkan kinerja, momentum ini adalah momentum yang tepat untuk menyusun strategi kerja yang matang,” ujar Wakajati.

Menurutnya, setiap rencana kegiatan harus disusun berdasarkan strategi yang jelas agar kinerja yang dihasilkan dapat terukur dan memberikan dampak nyata bagi institusi dan masyarakat.

“Setiap rencana kegiatan harus berangkat dari strategi yang jelas, sehingga kinerja yang kita capai benar-benar terukur dan berdampak,” tegasnya.

Selain itu, Wakajati juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan yang tidak hanya dimaknai sebatas kehadiran, melainkan tercermin dari kualitas penyelesaian tugas dan tanggung jawab atas amanah pekerjaan.

“Kedisiplinan bukan semata-mata persoalan kehadiran, melainkan dari bagaimana seluruh pegawai menyelesaikan tugas, menghasilkan output yang berkualitas, serta bertanggung jawab atas pekerjaan yang diamanahkan,” katanya.

Dalam konteks pengawasan, Wakajati menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan pimpinan bukanlah bentuk ketidakpercayaan, melainkan wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama antar sesama insan Adhyaksa.

“Pengawasan dan perhatian yang dilakukan bukanlah bentuk ketidakpercayaan, melainkan wujud rasa tanggung jawab dan kepedulian kita sesama Insan Adhyaksa untuk saling mengingatkan, saling menjaga, dan saling melindungi,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Wakajati berharap seluruh jajaran Kejaksaan di Jawa Barat dapat terus bekerja secara profesional, proporsional, dan berintegritas demi mewujudkan tujuan bersama institusi.

“Segala upaya dan ikhtiar dapat membawa manfaat, kebaikan, serta mewujudkan cita-cita dan harapan bersama,” pungkasnya.(*)

Pos terkait