TASIKMALAYA – Kepedulian insan sepak bola Indonesia terhadap korban bencana di Sumatera diwujudkan melalui ajang charity match bertajuk Laga Sepak Bola untuk Sumatera yang digelar di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025). Dari kegiatan tersebut, dana kemanusiaan sebesar Rp265 juta berhasil dihimpun.
Laga amal ini merupakan hasil kolaborasi Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan I.League, yang menghadirkan sejumlah figur penting sepak bola nasional. Mulai dari pemain aktif, mantan pemain, pemilik klub, hingga pemangku kepentingan sepak bola Indonesia turut ambil bagian, menunjukkan solidaritas melalui olahraga.
Pertandingan berlangsung dalam suasana kompetitif namun penuh kebersamaan. Digelar dua babak dengan durasi masing-masing 30 menit, laga ini menyajikan total 11 gol. Tim Biru yang diperkuat Makan Konate dan kolega sukses mengungguli Tim Kuning yang dihuni Greg Nwokolo Cs dengan skor tipis 6-5.

Tak hanya pertandingan, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan lelang jersey eksklusif. Sebanyak sembilan jersey dilelang dan menyumbang ratusan juta rupiah untuk menambah dana bantuan bagi korban bencana di Sumatera.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, charity match ini menjadi simbol kebersamaan keluarga besar sepak bola Indonesia.
“Di charity match ini para tokoh berkumpul sebagai football family Indonesia untuk menggalang kepedulian bagi Sumatera,” ujar Ferry, dikutip dari bola.net.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian agenda sosial ke depan.
“Ini laga pembuka. Ke depan, I.League bersama para stakeholder akan terus menghadirkan kegiatan charity dalam berbagai bentuk sebagai wujud kekompakan dan solidaritas insan sepak bola,” lanjutnya.
Sementara itu, CEO APPI, Hardika Aji, menegaskan bahwa sepak bola memiliki peran strategis dalam mendorong kepedulian sosial.
“Charity match ini membuktikan bahwa sepak bola tidak hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang kepedulian dan kebersamaan untuk membantu sesama,” katanya.
Melalui kegiatan ini, sepak bola kembali menunjukkan wajah humanisnya sebagai sarana menyatukan solidaritas dan empati untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. (LS)
















