
SUKABUMI — Mantan tim pemenangan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki dan Bobby Maulana, yakni Tendi Lukmana Hakkim, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus menyatakan mundur dari tim pemenangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Tendi melalui unggahan status pribadinya yang menyebut dirinya menyesal telah menjadi bagian dari pemenangan pasangan nomor urut 2 pada Pilkada Kota Sukabumi 2024.
“Dengan segala kerendahan hati dan penuh penyesalan mendalam. Saya memohon maaf kepada seluruh elemen masyarakat Kota Sukabumi karena saya telah menjadi bagian dari pemenangan paslon nomor urut 2 pada Pilkada Kota Sukabumi 2024 yang lalu,” dikutip dari unggahan status Tendi di akun Facebook Thian Dee Liem Goey, Jumat (22/05/2026).
Baca Juga: Pengendara Sepeda Motor Tewas Usai Ditabrak Avanza di Ciaul Kota Sukabumi
Dalam unggahannya Tendi mengaku sadar bahwa pilihannya adalah hal yang salah. Ia pun tak segan menyebut dirinya bodoh jika bertahan.
“Dan sangatlah bodoh apabila saya tetap bertahan dengan pilihan tersebut,” dikutip dari status yang sama.
Saat dikonfirmasi redaksi Sukabumiku.id, Tendi yang pernah menjabat Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Ayep Zaki-Bobby Maulana ini menjelaskan bahwa sikapnya bukan semata soal benar atau salah dalam politik, melainkan lebih pada penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah saat ini.
Menurut Tendi, sejak awal dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dalam tim pemenangan, baik jabatan maupun keuntungan materi. Ia mengaku hanya berharap adanya perubahan positif bagi Kota Sukabumi.
Baca Juga: Ribuan Bobotoh Diprediksi Padati Kota Sukabumi, Polisi Siapkan Rekayasa Lalulintas
Namun setelah lebih dari satu tahun pemerintahan berjalan, ia menilai belum ada perubahan signifikan.
“Saya melihat tidak ada perubahan ke arah lebih baik. Bahkan tidak lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Ia menilai salah satu indikator kurangnya keberpihakan kepada masyarakat terlihat dari kebijakan pembangunan yang dinilai tidak menyentuh kebutuhan dasar warga.
Tendi menyoroti adanya pembangunan yang bersifat “mercusuar”, sementara infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan dan drainase di perkampungan dinilai kurang mendapat perhatian.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Tinggal Hitungan Hari, Format Baru 48 Tim Siap Pecahkan Rekor Dunia
Selain itu, ia juga mengkritik tidak dilanjutkannya program P2RW dalam APBD murni 2026, padahal sebelumnya disebut akan berlanjut.
“P2RW itu justru program yang langsung menyentuh masyarakat. Tapi di APBD murni tidak ada,” ujarnya.
Kekecewaan juga diarahkan pada realisasi janji politik, khususnya program dana hibah Rp10 juta per RT yang sempat menjadi program unggulan saat kampanye.
Menurut Tendi, ide tersebut murni berasal dari Ayep Zaki dan sempat dipertanyakan oleh tim karena dinilai tidak realistis dengan kondisi APBD.
Baca Juga: Ayep Zaki Dorong UMKM Sukabumi Naik Kelas Lewat Trade Expo Indonesia
“Itu ide beliau. Kami sempat mempertanyakan, tapi beliau yakin mampu menggiring anggaran,” ungkapnya.
Sementara itu, tim redaksi sukabumiku.id sudah berupaya mengkonfirmasi kepada Wali Kota Ayep Zaki ihwal pernyataan terbuka Tendi ini. Namun hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan dari Ayep.
Selain kepada Ayep, upaya konfirmasi juga disampaikan kepada Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Sukabumi, Bambang Herawanto. Namun Ia juga belum memberikan tanggapan.
The post Mantan Tim Ayep-Bobby Minta Maaf ke Warga Kota Sukabumi: Bodoh Bila Saya Bertahan first appeared on Sukabumi Ku.

















