KAB. BANDUNG (1 Juni 2026) — Pemerintah Kabupaten Bandung menggelar Upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Lapang Upakarti, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung, Jalan Raya Alfathu KM 17, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, pada Senin (1/6) pukul 08.00 WIB hingga 08.50 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan khidmat.
Upacara tersebut diikuti sekitar 800 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, ASN, pelajar, organisasi masyarakat, serta berbagai unsur perangkat daerah.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Dadang Supriatna, dengan Komandan Upacara Deni Iman Firdaus serta Perwira Upacara Giyar Mantoro.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda, di antaranya anggota DPR RI Fraksi PKB Asep Romi Romaya, perwakilan DPRD Kabupaten Bandung, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Sekretaris Daerah, unsur TNI-Polri, kepala OPD, camat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan.
Peserta upacara terdiri dari pleton Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Linmas, Disdamkar, ASN Pemkab Bandung, PGRI, serta Pramuka.
Jalannya Upacara
Rangkaian upacara berlangsung sesuai tata urutan protokoler, dimulai dari masuknya komandan upacara, pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, amanat inspektur upacara, pembacaan doa, hingga laporan akhir komandan upacara. Seluruh rangkaian berjalan tertib dan penuh khidmat.
Amanat Bupati: Tantangan Zaman dan Pentingnya Persatuan
Dalam amanatnya, Bupati Bandung menyoroti cepatnya perubahan zaman yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, serta meningkatnya potensi disinformasi di media sosial yang dapat memicu perpecahan di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan bagaimana menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, serta menghadapi persoalan global seperti perubahan iklim, ekonomi, dan dinamika sosial.
Bupati juga menekankan makna Hari Kebangkitan Nasional yang berakar dari lahirnya kesadaran kebangsaan melalui Budi Utomo sebagai tonggak persatuan bangsa.
Tema Harkitnas ke-118 tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menurutnya menjadi pengingat penting bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda.
Pancasila sebagai Fondasi Bangsa
Pada momentum Hari Lahir Pancasila, Bupati menegaskan kembali bahwa Pancasila adalah dasar negara sekaligus rumah besar kebangsaan yang mempersatukan keberagaman Indonesia.
Tema peringatan tahun 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, dinilai sangat relevan di tengah kondisi global yang penuh konflik dan polarisasi.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat pendidikan karakter melalui penguatan muatan lokal, meliputi pendidikan Pancasila dan UUD 1945, budaya Sunda, serta pendidikan keagamaan berbasis Al-Qur’an.
Ajakan Jaga Lingkungan dan Persatuan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung bencana banjir dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Bandung, serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Mari kita jaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga sungai dan saluran air agar bencana dapat diminimalisir,” demikian pesan Bupati dalam amanatnya.
Upacara ditutup dengan persembahan lagu “Garuda Pancasila” dan laporan akhir komandan upacara. Kegiatan selesai pada pukul 08.50 WIB dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan.(Tedig)

















