Kasus TBC Masih Jadi Ancaman, Dinkes Kota Sukabumi Perkuat Pelacakan Kontak untuk Putus Mata Rantai Penularan

SUKABUMI – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius di Kota Sukabumi. Meski upaya penanganan terus dilakukan, potensi penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dinilai masih tinggi apabila kasus tidak ditemukan sejak dini.

Menjawab tantangan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menggelar Pertemuan Persiapan Tracing Tuberkulosis (TB) Terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini melibatkan seluruh puskesmas, rumah sakit, hingga berbagai mitra kesehatan sebagai langkah memperkuat strategi penemuan kasus secara aktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan keberhasilan pengendalian TBC tidak hanya bergantung pada pengobatan pasien, tetapi juga pada kecepatan menemukan orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan penderita.

“Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, memperkuat koordinasi, dan memastikan pelaksanaan tracing TB terintegrasi dapat berjalan secara optimal,” ujar Ida.

BACA JUGA : Kasus TBC di Kota Sukabumi Tembus 1.400 Penderita, Dinkes Waspadai Ancaman Penularan

Menurutnya, investigasi kontak menjadi salah satu strategi penting untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit. Dengan pelacakan yang lebih luas, petugas kesehatan dapat menemukan kasus lebih awal sebelum menimbulkan penularan yang lebih besar di lingkungan sekitar.

“Kami berharap melalui kolaborasi seluruh puskesmas, rumah sakit, dan mitra kesehatan, indikator capaian investigasi kontak dapat meningkat sehingga penemuan kasus TBC juga semakin optimal,” katanya.

Selain menemukan kasus baru, hasil investigasi kontak juga akan menjadi dasar pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada masyarakat yang memiliki kontak erat maupun tinggal serumah dengan pasien TBC, terutama kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi.

Ida menegaskan, langkah preventif tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk memutus mata rantai penularan sekaligus menekan angka kasus TBC di daerah.

“Setelah investigasi kontak dilakukan, kami berharap pemberian TPT kepada kontak erat dan kontak serumah pasien TBC juga meningkat, sehingga risiko berkembangnya penyakit dapat dicegah sejak awal,” jelasnya.

BACA JUGA : Dinkes Kota Sukabumi Perketat Pengawasan PIRT, UMKM Didorong Naik Kelas

Dinas Kesehatan Kota Sukabumi juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila mengalami batuk berkepanjangan atau memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC. Semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan dan semakin kecil risiko penularannya kepada orang lain.

Melalui penguatan deteksi dini, pengobatan hingga tuntas, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi berharap pengendalian TBC dapat berjalan lebih efektif.

“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih sehat melalui deteksi dini, pengobatan tuntas, dan kepedulian terhadap pencegahan Tuberkulosis. TOSS TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh,” pungkas Ida Halimah.

The post Kasus TBC Masih Jadi Ancaman, Dinkes Kota Sukabumi Perkuat Pelacakan Kontak untuk Putus Mata Rantai Penularan first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait