KAB. BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengklaim wilayahnya hingga kini belum terdampak wabah super flu. Meski belum ditemukan kasus, Pemkab menegaskan tetap menerapkan langkah antisipatif untuk mencegah potensi penularan di kemudian hari.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan berdasarkan laporan resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, tidak ada warga yang terkonfirmasi terpapar super flu hingga Rabu (14/1/2026).
“Berdasarkan laporan Dinkes, di Kabupaten Bandung Barat belum ditemukan kasus super flu,” ujar Jeje saat dikonfirmasi.
Kendati demikian, Jeje menegaskan kondisi tersebut tidak membuat pemerintah daerah lengah. Ia mengaku telah menginstruksikan jajaran Dinkes KBB untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam pelayanan kesehatan dan pemantauan gejala flu di masyarakat.
“Saya sudah perintahkan Dinkes untuk selalu siaga dan memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat,” katanya.
Pemkab Bandung Barat juga mengandalkan pemantauan rutin dari puskesmas dan rumah sakit sebagai bagian dari deteksi dini. Laporan kondisi kesehatan masyarakat, menurut Jeje, diterima dan dievaluasi setiap hari untuk memastikan tidak ada indikasi awal penyebaran super flu.
“Saya monitor setiap hari berdasarkan laporan fasilitas kesehatan. Sampai laporan terakhir, belum ada pasien yang mengarah ke super flu,” ujarnya.
Meski belum ada kasus, Jeje mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala flu yang dialami. Ia meminta warga segera melapor dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna mencegah keterlambatan penanganan.
“Kalau ada gejala flu, segera lapor ke puskesmas atau rumah sakit. Yang paling penting, tetap jaga pola hidup bersih dan sehat,” tegasnya.
Pemkab Bandung Barat menegaskan upaya pencegahan akan terus diperkuat, sembari menunggu perkembangan situasi kesehatan regional dan nasional terkait potensi penyebaran super flu. (*)

















