TASIKMALAYA – Kehadiran mantan pemain Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa, bersama bek muda Dion Markx, menjadi sinyal keseriusan Persib Bandung menatap persaingan Super League 2025/2026 dan AFC Champions League Two 2025/2026.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengungkapkan bahwa kedua pemain tersebut direkrut untuk menutup kekosongan di lini pertahanan setelah Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa dipinjamkan ke Persik Kediri pada awal putaran kedua kompetisi.
“Dua pemain baru ini bagus untuk kami. Kami agak kekurangan stok setelah Rezaldi dan Hamra pergi. Kami butuh tambahan di bek kiri dan satu bek tengah,” ujar Hodak.
Secara khusus, Bojan Hodak menaruh harapan besar pada Dion Markx, pemain bertahan muda yang merupakan bagian dari Tim Nasional Indonesia U-23. Ia berharap Dion mampu berkembang cepat dan mengikuti jejak pemain muda Persib lainnya yang sukses menembus tim utama.
“Dion itu seperti Kakang dan Robi. Dia pemain U-23. Kami mencari pemain muda yang bisa berkembang pesat dalam waktu singkat,” kata pelatih asal Kroasia tersebut.
Bergabungnya Dion menambah stok pemain muda Persib yang dinilai potensial. Sebelumnya, Maung Bandung telah memiliki Zulkifli Lukmansyah, Nazriel Alvaro, serta penjaga gawang muda Fitrah Maulana.
“Mereka adalah masa depan klub. Semua perlu berlatih dan mendapatkan kesempatan. Dari situ kita bisa melihat siapa yang siap masuk tim utama,” jelas Hodak.
Kurzawa Diminta Adaptasi Bertahap
Sementara itu, terkait Layvin Kurzawa, Hodak menilai bek kiri berpengalaman tersebut tidak hanya penting dari sisi teknis, tetapi juga membawa nilai lebih bagi Persib dan sepak bola Indonesia karena statusnya sebagai pemain dengan pengalaman level Eropa.
“Selain kualitasnya, dia juga bagus untuk Indonesia dan Persib karena punya nama besar,” ucapnya.
Meski demikian, Hodak meminta semua pihak untuk bersabar karena Kurzawa membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah cukup lama tidak tampil secara reguler.
“Dalam 3,5 bulan ke depan kami akan menjalani minimal 19 hingga 25 pertandingan. Pasti akan ada menit bermain untuknya. Kami akan melakukannya secara perlahan,” tutur Hodak.
Ia mencontohkan pengalaman sebelumnya saat menangani pemain yang lama absen seperti Federico Barba dan Stefano Beltrame, yang juga membutuhkan waktu sebelum kembali ke performa terbaik.
“Pemain yang absen beberapa bulan memang butuh waktu. Tapi dia punya kualitas yang kami butuhkan. Kami akan bersabar,” pungkas Bojan Hodak. (LS)

















