
BOGORKU. Id – TENJOLAYA – Musim kemarau yang berkepanjangan membuat hasil pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor tidak maksimal. Salah satunya dialami para petani di Kecamatan Tenjolaya, yang mengeluhkan sulitnya pasokan air serta rusaknya saluran irigasi yang mengancam kegagalan panen.
Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bogor, Tata Sukarta, mengaku menerima banyak laporan dari petani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) terkait kondisi ini.
”Kami para petani di dua desa ini kesulitan mendapatkan air untuk lahan pertanian, sementara saluran irigasi banyak yang rusak sehingga tidak berfungsi,” ungkap Tata Sukarta yang juga petani Desa Gunung Malang, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, untuk menjaga ketahanan pangan, petani membutuhkan air, bibit unggul, pupuk, tenaga kerja, hingga akses pasar. Namun saat ini, kebutuhan paling mendesak adalah ketersediaan air untuk mengairi lahan seluas 700 hektar di dua desa tersebut.
Padahal, hasil pertanian dari wilayah ini rutin memasok ke sejumlah pasar induk besar, antara lain Pasar TU Kemang Bogor, Pasar Tanah Tinggi Tangerang, Pasar Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru Jakarta, serta Pasar Cibitung Bekasi.
Akibat kemarau panjang, produktivitas mulai menurun sehingga pasokan ke pasar-pasar tersebut ikut berkurang.
”Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dan para anggota dewan memberikan perhatian, membantu kami mengatasi kesulitan air, serta memperbaiki saluran irigasi yang rusak agar bisa mengairi lahan pertanian kami,” pintanya.

Merespons hal ini, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PPP sekaligus Sekretaris Komisi III Bidang Infrastruktur, M. Hasani, menyatakan musim kemarau sangat berdampak besar bagi sektor pertanian.
Ia berkomitmen terus memperjuangkan pembangunan irigasi tersier dan jalan usaha tani. Saat ini rencana pembangunan tahun 2026 masih dalam proses administrasi di dinas terkait, dan usulan jaringan irigasi serta jalan usaha tani sudah terdaftar.
”Khusus untuk Tenjolaya sudah ada jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Curug Hiji, tinggal proses pembangunan pipanisasi ke lokasi. Insya Allah tahun ini akan dikerjakan, saat ini sedang berproses pemberkasan lelang, sementara Bendungan Saluran Air Bersih (SAB) sudah selesai dibangun,” jelas Hasani saat melaksanakan reses di Desa Gunung Malang.
Ia menambahkan, meski Tenjolaya merupakan wilayah pegunungan, saat musim kemarau justru mengalami krisis air. Jika dibiarkan, kesulitan air berisiko menyebabkan gagal tanam hingga gagal panen yang merugikan petani dan perekonomian warga.
”Untuk kebutuhan air bersih warga sehari-hari, kami siap memfasilitasi bantuan pendistribusian air melalui BPBD Kabupaten Bogor. Sementara itu, dana aspirasi saya akan dialokasikan untuk pembangunan jalan usaha tani dan irigasi tersier, tinggal menunggu proses lelang selesai dilaksanakan,” pungkasnya.
The post Dampak Kemarau Panjang, Petani Tenjolaya Kesulitan Air, Minta Perbaikan Irigasi first appeared on Bogor Ku.

















