Dapat Perhatian Serius, Kasus Viral Wisatawan Ditipu Penjual Ikan di Palabuhanratu Dibahas di Rapat Khusus

Suasana rapat membahas isu viral wisatawan ngaku ditipu pedagang ikan asongan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Rapat diselenggarakan di aula PPNP Palabuhanratu, Selasa (07/04/2026).

SUKABUMI – Kasus viral dugaan penipuan pedagang ikan asongan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Pertemuan lintas instansi digelar di Aula Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu pada Selasa (07/06/2026) untuk membahas kejadian tersebut.

Rapat tersebut dihadiri Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Satpol PP, pihak pelabuhan, hingga perwakilan asosiasi pedagang ikan.

Kasus ini mencuat setelah seorang warga mengaku membeli ikan seberat dua kilogram, namun saat ditimbang ulang beratnya hanya sekitar satu kilogram.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Polres Sukabumi, Selasa 7 April 2026 di Kecamatan Caringin

Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pengawasan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Iwan Darmawan, menjelaskan bahwa pasokan ikan di daerah bersifat musiman sehingga pedagang kerap mengambil stok dari luar daerah.

Ia menyebutkan, ikan yang masuk tetap melalui proses pengecekan, termasuk asal dan kualitasnya, terutama melalui sistem penyimpanan cold storage.

Menurutnya, kondisi penyimpanan dan lamanya distribusi bisa memengaruhi kualitas ikan, yang terkadang membuat pedagang tergiur membeli dengan harga lebih murah.

Meski demikian, pihaknya menegaskan pengawasan tetap dilakukan secara rutin.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Sukabumi Selasa, 7 April 2026: Pagi Cerah, Siang hingga Malam Berpotensi Hujan Ringan

“Setiap bulan kami melakukan pembinaan dan pengawasan ke pasar, termasuk memberikan teguran jika ditemukan pelanggaran,” kata Iwan.

Ia menambahkan, sanksi yang diberikan saat ini masih berupa teguran kepada pedagang agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengakui adanya kejadian penyusutan berat ikan, namun menegaskan bahwa penurunan tersebut memiliki batas wajar.

“Secara alami penyusutan bisa terjadi, tapi biasanya hanya sekitar satu hingga dua ons, bukan sampai setengahnya,” ujarnya.

Baca Juga: Wadah MBG Diduga Tajam, Siswa di Sukaraja Sukabumi Terluka

Ali menilai, kasus yang viral tersebut masuk kategori tidak wajar dan perlu dibenahi secara menyeluruh.

Sebagai langkah perbaikan, para pedagang melalui asosiasi sepakat untuk memperkuat komitmen menjaga kejujuran dalam transaksi.

Salah satu kesepakatan penting adalah perubahan sistem jual beli dari berbasis timbangan menjadi berbasis satuan atau jumlah ikan.

Selain itu, pedagang juga diminta tidak menjual ikan rusak atau memanipulasi jenis ikan demi keuntungan.

Pemerintah daerah bersama pengelola pelabuhan juga akan melakukan penataan ulang area lapak, termasuk kegiatan bersih-bersih untuk menjaga kualitas produk.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan yang datang ke Palabuhanratu.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Zero Halinar, Lapas Sukabumi Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Ali menegaskan bahwa sektor perikanan menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata daerah.

“Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat dan beraktivitas, tapi juga untuk berbelanja, termasuk membeli ikan,” katanya.

Ketua Asosiasi Pedagang Ikan dan Bakul Pelabuhan Ratu (ASPIBARA), Deni Supriadi, mengakui bahwa sebagian pasokan ikan memang berasal dari luar daerah seperti Jakarta ketika stok lokal kosong.

Ia menyebut kualitas ikan dari luar terkadang tidak selalu optimal karena pedagang hanya menerima dari pemasok langganan.

Baca Juga: Ratna Istianah, Perempuan Sukabumi Sandang Gelar Doktor di Makasar Dengan Misi Jaga Suara Rakyat

Meski demikian, pihaknya memastikan seluruh pedagang telah sepakat untuk menjaga kualitas dan kejujuran demi mempertahankan kepercayaan pembeli.

Deni juga menyatakan akan memperkuat koordinasi internal asosiasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, pihaknya tengah mengupayakan penyediaan lapak resmi bagi pedagang asongan agar aktivitas jual beli lebih tertata.

Dengan langkah pembenahan ini, pemerintah dan pedagang berharap citra Palabuhanratu sebagai destinasi wisata unggulan tetap terjaga.

The post Dapat Perhatian Serius, Kasus Viral Wisatawan Ditipu Penjual Ikan di Palabuhanratu Dibahas di Rapat Khusus first appeared on Sukabumi Ku.

Pos terkait