Gerakan Literasi Nusantara Gareulis Jawa Barat Gelar Diklat Talenta Kedua di Cianjur

CIANJUR – Gerakan Literasi Nasional (GLN) Gareulis Jawa Barat kembali menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Talenta Literasi untuk kedua kalinya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pesantren Al-Hanif, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar, keluarga, dan masyarakat luas. Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan diikuti para pelajar tingkat se-Kabupaten Cianjur.

Mengusung tema “Tantangan Literasi Nasional 2026”, program ini merupakan lanjutan dari Diklat pertama yang sebelumnya sukses digelar pada April 2026 di Kota Bandung. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, GLN Gareulis Jawa Barat berupaya membangun generasi muda yang tidak hanya cakap membaca dan menulis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ketua Umum GLN Gareulis Jawa Barat, Hj. R. Yulia Yulianti, menjelaskan bahwa Diklat kedua ini berlangsung selama dua hari, yakni 2 hingga 3 Mei 2026. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Talenta Tantangan Literasi Nusantara yang ketiga.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai persoalan yang ada di masyarakat maupun lingkungan keluarga. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga bagaimana seseorang memahami kondisi sekitarnya dan mampu memberikan solusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan literasi yang dikembangkan GLN Gareulis mencakup tiga ruang utama, yakni literasi sekolah, literasi keluarga, dan literasi masyarakat. Ketiga unsur tersebut dinilai saling berkaitan dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan.

Menurut wanita yang akrab disapa Bunda, “Diklat Talenta Literasi dibagi ke dalam empat paket pembelajaran. Para peserta diwajibkan mengikuti seluruh tahapan program selama tiga bulan penuh. Selama masa tersebut, peserta akan dibimbing untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, mendongeng, membuat konten edukatif, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar”.

“Talenta ini adalah program inovasi literasi. Jadi bukan hanya membaca dan mendongeng saja, tetapi peserta juga didorong untuk menghasilkan karya nyata. Kami berharap program ini mendapat dukungan dari pemerintah, praktisi pendidikan, dan seluruh lapisan masyarakat agar tujuan literasi bisa tercapai secara maksimal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa GLN Gareulis lahir di Kota Bandung, namun gerakannya ditujukan untuk seluruh wilayah Jawa Barat bahkan Indonesia. Karena itu, pihaknya terus memperluas jangkauan kegiatan agar manfaat literasi dapat dirasakan lebih luas.

“Literasi tidak boleh berhenti di Bandung saja. Kami ingin seluruh daerah di Jawa Barat bergerak bersama. Dengan terselenggaranya Diklat kedua ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang terbuka wawasannya tentang pentingnya literasi,” katanya.

Yulia juga mengajak masyarakat yang belum bergabung untuk segera mendaftarkan diri, karena pendaftaran program Talenta Tantangan Literasi Nusantara masih dibuka hingga 29 Mei 2026.

“Ayo bersama-sama ikut dalam tantangan literasi ini untuk menguji kemampuan diri dalam membaca, menulis, dan peduli terhadap lingkungan yang kemudian dikemas ke dalam karya video kreatif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua GLN Kabupaten Cianjur, Fitria Nur Rosyidah, mengaku bangga karena Cianjur dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Diklat kedua tersebut. Ia menyebut antusiasme peserta di wilayah Cianjur sangat tinggi.

“Kami mendapat kehormatan menjadi tuan rumah acara ini. Peserta dari Cianjur sangat beragam, mulai dari pelajar, guru, komunitas, hingga masyarakat umum. Saat ini yang sudah terdata ada sekitar 200 peserta dari berbagai kategori,” ungkapnya.

Menurutnya, “keikutsertaan dalam program ini bukan semata-mata mengejar gelar juara, tetapi lebih penting dari itu adalah menanamkan manfaat nyata dari literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai Tantangan Literasi Nusantara telah membawa dampak positif, terutama di media sosial yang kini dipenuhi konten-konten edukatif dari sekolah-sekolah dan peserta.

“Sekarang media sosial penuh dengan unggahan positif. Ada siswa yang sedang membaca buku, membuat cerpen, menulis puisi, mereview bacaan, hingga membaca Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa literasi bisa dikemas secara menarik dan dekat dengan generasi muda,” katanya.

“Banyak pengawas dan tenaga pendidik dari Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) yang turut memberikan dukungan. Kehadiran mereka dinilai menjadi energi tambahan bagi gerakan literasi di Kabupaten Cianjur”.

“Semangat dari para guru penggerak, pengajar praktik, kepala sekolah, dan siswa sangat luar biasa. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus membumikan literasi di Cianjur,” ujarnya.

Ke depan, GLN Cianjur menargetkan gerakan literasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok desa. Melalui langkah kecil yang dimulai dari lingkungan sekitar, diharapkan budaya literasi mampu tumbuh kuat dan menjadi bekal generasi penerus bangsa.

“Kami ingin literasi hadir 360 derajat di Cianjur, dimulai dari kampung halaman sendiri, lalu menyebarkan warna dan energi positif bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.(dh)

Pos terkait