Sayyidati Annadhifa Queena, Siswi MTs Ukir Prestasi Nasional di Ajang Pencak Silat

BANDUNG – Sayyidati Annadhifa Queena Syamsinova, siswi kelas 8 MTs Manba’ul Huda Bandung, menjadi salah satu pelajar muda yang patut dibanggakan. Di usianya yang masih belia, remaja kelahiran Bandung, 9 Oktober 2011 ini telah menorehkan sederet prestasi gemilang di cabang olahraga pencak silat, khususnya perguruan Tapak Suci.

Ketertarikan Annadhifa akrab disapa Queena pada dunia pencak silat berawal sejak duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar di SDS Muhammadiyah 5 Bandung. Pengalaman menyaksikan adik sepupunya yang kerap meraih juara dalam kejuaraan pencak silat menjadi titik balik yang membuatnya tertarik untuk mencoba. Dari rasa penasaran itulah, perjalanan prestasi Queena dimulai.

Bacaan Lainnya

Sejak aktif mengikuti ekstrakurikuler Tapak Suci, Queena menunjukkan konsistensi dan kesungguhan. Ia berlatih rutin tiga kali dalam seminggu sepulang sekolah, bahkan menambah porsi latihan di pagi hari saat libur sekolah. Disiplin latihan tersebut berbuah manis. Sejumlah medali berhasil ia raih, baik di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

Prestasi yang paling membanggakan bagi Queena adalah saat pertama kali mengikuti Kejuaraan Daerah Tapak Suci Tingkat II dan langsung meraih Juara 1 Medali Emas se-Kota Bandung. Selain itu, ia juga menorehkan prestasi di berbagai ajang bergengsi, seperti Bandung Lautan Api Championship, Bandung Open Pencak Silat Tournament, hingga National Student Sports Competition 2025 tingkat nasional, di mana ia kembali meraih medali emas.

Namun, perjalanan Queena tidak selalu mulus. Ia mengakui pernah merasakan kegagalan saat kalah dalam pertandingan, meski telah berlatih maksimal selama berbulan-bulan. Meski sempat kecewa, Queena memilih bangkit. Ia menanamkan keyakinan bahwa kalah dan menang adalah bagian dari proses, serta menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk berlatih lebih giat.

Dukungan orang-orang terdekat menjadi kekuatan besar dalam perjalanannya. Pelatih, orang tua, serta teman-teman disebut Queena sebagai sosok-sosok paling berpengaruh yang selalu meyakinkannya bahwa ia mampu berprestasi. Meski awalnya orang tua sempat ragu karena khawatir aktivitas bela diri mengganggu sekolah, keyakinan itu perlahan berubah menjadi dukungan penuh. Kini, orang tua, saudara, dan teman-temannya setia hadir sebagai supporter di setiap kejuaraan yang ia ikuti.

“Dari pencak silat, saya jadi lebih percaya diri, disiplin waktu, dan tidak mudah menyerah,” ujar Queena. Meski mengakui kerap kesulitan membagi waktu antara sekolah dan latihan, ia menjalaninya dengan senang hati karena melakukan hal yang ia sukai. Lingkungan pertemanan yang positif di sekolah maupun di tempat latihan juga membuatnya semakin bersemangat.

Saat ini, Queena memilih fokus pada dua hal utama: belajar dan berlatih pencak silat. Ia belum menetapkan cita-cita yang pasti, meski sempat terpikir menjadi Guru TK atau Dokter Anak karena menyukai dunia anak-anak. Target terdekatnya adalah membagi waktu sebaik mungkin dan meraih nilai rapor yang membanggakan orang tua.

Queena pun menyampaikan pesan inspiratif untuk teman-teman seusianya. Ia mengajak untuk tidak takut mencoba hal baru, berani menekuni kegiatan positif yang disukai, serta cerdas dalam mengatur waktu antara sekolah dan hobi.

Dengan semangat, disiplin, dan dukungan yang kuat, Sayyidati Annadhifa Queena Syamsinova menjadi contoh nyata bahwa prestasi dapat diraih sejak dini, selama dibarengi kerja keras dan keyakinan pada diri sendiri. (Chen)

Pos terkait