KAB. BANDUNG BARAT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat akhirnya meresmikan Markas Komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), setelah instansi tersebut selama 18 tahun belum memiliki gedung sendiri.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan peresmian markas Damkar menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang penanggulangan kebakaran dan penyelamatan.
“Ini pencapaian luar biasa. Meski masih ada kekurangan, akan kita selesaikan secara bertahap demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Jeje, Selasa (6/1/2026).
Menurut Jeje, pembangunan markas Damkar merupakan bagian dari upaya optimalisasi layanan serta wujud nyata pengabdian pemerintah daerah. Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi pusat kesiapsiagaan, disiplin, dan pelayanan yang humanis.
Terkait usulan penambahan anggaran dari Dinas Damkar, Jeje menegaskan pemerintah daerah akan melakukan kajian mendalam dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah dan dukungan dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah, menyebutkan pembangunan markas belum sepenuhnya rampung dan masih membutuhkan penyempurnaan secara bertahap, terutama terkait ketersediaan air untuk operasional.
“Yang paling mendesak adalah ketersediaan air karena sangat vital untuk menunjang seluruh kegiatan operasional,” ujarnya.
Saat ini Damkar KBB telah memiliki tujuh pos dan menargetkan penambahan satu pos baru pada tahun ini, termasuk rencana membuka layanan di kawasan Kota Baru Parahyangan jika tersedia fasilitas pendukung.
Siti juga mengungkapkan kebutuhan ideal personel Damkar KBB mencapai sekitar 350 orang. Namun saat ini jumlah petugas baru 166 orang dan akan berkurang karena adanya pegawai yang memasuki masa pensiun.
Selain kekurangan personel dan armada, isu kesejahteraan petugas juga menjadi perhatian. Siti menyebut masih terdapat perbedaan signifikan gaji petugas pemadam paruh waktu dibandingkan daerah lain di Jawa Barat. (*)

















