SUKABUMI – Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath menggelar pelatihan keagamaan bagi 54 personel satuan pengamanan (satpam/security) dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pesantren memperluas peran pemberdayaan masyarakat, termasuk bagi kalangan pekerja profesional di luar lingkungan pesantren.
Pelatihan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT BUA, perusahaan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pelatihan satpam. Program berlangsung selama tiga hari dengan mengusung konsep BINTARA, singkatan dari Bina Mental dan Kanuragan.
Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar Laksana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelaksanaan fungsi pesantren, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan tentang pesantren.
“Dalam konteks Hari Santri, pesantren harus bisa menunjukkan produk dan karya nyatanya. Pesantren memiliki tiga fungsi utama, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan. Fungsi pemberdayaan inilah yang hari ini kami laksanakan melalui pelatihan bagi para personel security,” ujar KH Fajar Laksana.
Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama bagi para santri, tetapi juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dari berbagai latar belakang profesi.
Ia menilai, fungsi pemberdayaan pesantren harus mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan, memperoleh pekerjaan, serta mengembangkan kualitas diri.
“Makna pemberdayaan itu bagaimana membuat orang yang lemah menjadi kuat, yang menganggur menjadi punya pekerjaan, dan yang belum bisa menjadi bisa. Harapannya, masyarakat dapat menjadi lebih baik melalui proses pembinaan yang dilakukan pesantren,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan BINTARA menggabungkan pembinaan mental spiritual berdasarkan ajaran Islam dengan pelatihan kanuragan melalui PS Sang Mungbodas.
Pembinaan mental spiritual diberikan oleh Ponpes Dzikir Al-Fath, sedangkan aspek kanuragan menjadi bagian dari materi yang disampaikan melalui PS Sang Mungbodas. Program tersebut dirancang untuk memperkuat karakter dan pembinaan kepribadian peserta melalui pendekatan keagamaan serta pelatihan fisik.
KH Fajar menjelaskan, sebanyak 54 peserta mengikuti tahap awal pelatihan. Jumlah tersebut dipilih secara bertahap karena program direncanakan menjangkau personel security dalam jumlah yang lebih luas.
“Untuk tahap awal ada 54 peserta. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pendidikan agama Islam dan pembiasaan dalam melaksanakan ibadah,” jelasnya.
Kegiatan ini juga melibatkan Kementerian Agama. Pihak pesantren mengundang Direktur Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama untuk memberikan sambutan sekaligus mendukung penguatan peran pesantren dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, KH Fajar menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk menunjukkan kontribusi pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia mengingatkan kembali semangat Resolusi Jihad yang menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Pesantren tidak hanya berfungsi dalam pendidikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga nilai-nilai agama. Karena itu, momentum Hari Santri harus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi umat,” tuturnya.
Melalui program pelatihan tersebut, Ponpes Dzikir Al-Fath ingin menunjukkan bahwa kemandirian pesantren dapat diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk tenaga keamanan.
Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pesantren, dunia usaha, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kontribusi pesantren bagi masyarakat.
Dengan pelaksanaan pelatihan BINTARA, Ponpes Dzikir Al-Fath menegaskan komitmennya untuk menjadikan Hari Santri 2026 sebagai momentum memperkuat fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan secara nyata.
The post 54 Personel Security Ikuti Pelatihan Keagamaan di Ponpes Dzikir Al-Fath, KH Fajar: Pesantren Harus Berdayakan Masyarakat first appeared on Sukabumi Ku.













