Keracunan MBG Kembali terjadi di Sukabumi, Siswa SMK Doa Bangsa Dilarikan ke RSUD Palabuhanratu

SUKABUMI – Dugaan kasus gangguan kesehatan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sejumlah siswa SMK Doa Bangsa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG, Kamis (29/1/2026).

Informasi tersebut dibenarkan oleh perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Indonesia (SPPI) Palabuhanratu, Juliansyah Firman, saat dikonfirmasi. Ia memastikan peristiwa tersebut benar terjadi dan para siswa telah mendapatkan penanganan medis.

“Iya benar, kejadian tersebut sudah ditangani,” ujar Juliansyah.

Baca Juga: BULOG Kembali Laksanakan SERGAB 2026, Lindungi Pendapatan Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan

Meski jumlah pasti siswa yang mengalami gangguan kesehatan masih dalam proses pendataan, pihak terkait memastikan seluruh korban memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing. Satu orang siswa dilaporkan dirujuk ke RSUD Palabuhanratu untuk pemeriksaan lanjutan, sementara siswa lainnya mendapatkan penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

“Satu orang ditangani di RSUD Palabuhanratu, sementara yang lainnya ditangani di UKS sekolah,” jelasnya.

Terkait penyedia MBG, Juliansyah meluruskan informasi yang sempat beredar. Ia menegaskan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi oleh siswa SMK Doa Bangsa disuplai oleh Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Citepus 1 yang berlokasi di depan Polres Sukabumi.

Baca Juga: 22 Orang Keracunan MBG di Simpenan Sukabumi, Pihak Dapur Minta Maaf

Menurutnya, klarifikasi ini penting agar tidak terjadi kesalahan informasi di tengah masyarakat serta memudahkan proses evaluasi dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, pendataan jumlah siswa terdampak masih terus dilakukan dan pihak terkait tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan para siswa. (*)

 

Pos terkait