KAB. BANDUNG BARAT – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail resmi melantik pengurus Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Bandung Barat masa bakti 2024–2029. Pelantikan berlangsung di Hotel Neo Kota Baru Parahyangan, pada Jumat (6/2/2026), menjadi langkah awal penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penopang pembangunan daerah.
Pelantikan tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, pelaku usaha ekonomi kreatif lintas subsektor, komunitas kreatif lokal, serta perwakilan dunia pendidikan dan mitra kerja sama. Pemerintah daerah menegaskan bahwa keberadaan Ekraf bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan wadah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Usai pembacaan surat keputusan, pengucapan sumpah jabatan, dan penandatanganan berita acara, Bupati Jeje menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru mampu menghadirkan terobosan nyata.
Menurutnya, Kabupaten Bandung Barat memiliki sumber daya manusia kreatif dan kekayaan lokal yang besar, namun belum tergarap optimal. Ekonomi kreatif dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ekonomi kreatif bukan hanya soal seni dan kreativitas, tapi juga tentang nilai ekonomi, peluang usaha, dan kemandirian masyarakat. Ini harus dikelola secara serius dan profesional,” ujar Jeje.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, terutama dalam memperluas akses pasar produk kreatif lokal.
“Kepengurusan ini tidak boleh hanya berhenti pada struktur organisasi. Harus ada inovasi, penguatan jejaring, serta pembukaan akses pasar, baik regional, nasional, hingga internasional,” tegasnya.
Ekraf Kabupaten Bandung Barat akan menaungi berbagai subsektor, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, hingga film, fotografi, dan konten kreatif digital. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan dunia pendidikan disebut menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan sektor ini.
Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan melalui kebijakan yang berpihak, pendampingan peningkatan kapasitas pelaku UMKM kreatif, serta fasilitasi promosi dan pemasaran produk unggulan daerah.
Salah satu pengurus Ekraf yang baru dilantik menyatakan pihaknya akan fokus pada pengemasan potensi lokal agar memiliki daya saing tinggi tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya daerah.
Dengan pelantikan ini, Pemkab Bandung Barat menargetkan sektor ekonomi kreatif dapat tumbuh berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah. Sejumlah program seperti pemetaan potensi kreatif, pelatihan digital, hingga pengembangan ruang dan pusat kreatif daerah telah disiapkan sebagai langkah lanjutan.
“Kami ingin para pelaku ekonomi kreatif merasa didukung dan memiliki ruang untuk berkembang. Ekonomi kreatif adalah tentang inovasi, kolaborasi, dan kebanggaan terhadap potensi lokal Bandung Barat,” pungkas Bupati Jeje.(*)















