KABUPATEN BANDUNG – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein Sastranegara terus memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus ketahanan lingkungan di kawasan Bandung Utara melalui kegiatan penanaman 1.300 pohon endemik Jawa Barat, saninten (Castanopsis argentea) dan tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) agroforestri seperti kopi, alpukat, dan jeruk pada Jumat (6/2) di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Program ini bekerja sama dengan Komunitas Saninten Indonesia dan melibatkan lima petani binaan yang berperan sebagai Local Biodiversity Champion. Kelima petani tersebut sebelumnya telah melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan edukasi dengan memanfaatkan pengetahuan lokal dan pengalaman bertani yang telah mereka miliki.
Dihadiri Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana, Sekretaris Camat Cimenyan Cucu Suanda, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Mekarmanik Yadi Supriadi, dan Komunitas Saninten Indonesia Leni Suswati, Supervisor (Spv) Maintenance PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara Boy Presley Panjaitan, serta tim AFT Husein Sastranegara. Selain itu, kehadiran generasi muda turut memperkuat kegiatan ini melalui partisipasi Mahasiswa Palawa Universitas Padjadjaran, Himpunan Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta SBSM Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos).
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana dalam sambutannya menegaskan pentingnya keberadaan pohon keras di kawasan pertanian lereng.
“Penanaman pohon keras di antara tanaman sayuran sangat penting untuk menjaga kualitas tanah dan keseimbangan lingkungan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong kolaborasi seluruh pihak dalam upaya menghijaukan kembali kawasan Bandung Utara. Kami mengapresiasi Pertamina yang tidak hanya menanam, tetapi juga memelihara dan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapannya,” ujar Dodit.
Komitmen tersebut juga ditegaskan oleh Supervisor Maintenance PT Pertamina Patra Niaga AFT Husein Sastranegara, Boy Presley Panjaitan yang menyampaikan bahwa program konservasi saninten memiliki muatan yang lebih luas dari sekadar kegiatan penghijauan.
“Konservasi saninten ini bukan hanya tentang penanaman pohon, tetapi juga bagian dari upaya mitigasi bencana di Bandung Utara yang saat ini tengah menjadi perhatian. Kami mengusung semangat ‘Saninten Lestari, Bandung Utara Tangguh’ karena saninten memiliki perakaran yang kuat, mampu menahan tanah, dan mendukung ekosistem di sekitarnya,” ujar Boy.
Salah satu petani yang berperan sebagai Local Biodiversity Champion, Oyot mengungkapkan pandangannya terhadap program ini “Sekarang banyak lahan yang sudah kritis dan pohon kerasnya makin berkurang. Memang belum semua orang sadar soal ini, makanya waktu ada program penanaman saninten ini saya senang sekali bisa terlibat,” ujar Oyot.
Di lain kesempatan Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi Pertamina dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam upaya konservasi.
“Program konservasi saninten ini menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan komunitas dan petani lokal,” ujar Satria.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, poin 15 tentang ekosistem daratan, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.(*)















